Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 17.27 WIB

Restoran di Jepang Terpukul, Visa Pekerja Asing Mendadak Dibekukan Saat Kebutuhan Memuncak

Pekerja asal Filipina yang belajar menyiapkan ikan untuk Sushi di Tokyo, pada 2022. (Jiji/The Japan Times) - Image

Pekerja asal Filipina yang belajar menyiapkan ikan untuk Sushi di Tokyo, pada 2022. (Jiji/The Japan Times)

 
JawaPos.com – Krisis tenaga kerja di industri restoran Jepang memasuki babak baru. Pemerintah justru menghentikan sementara penerbitan visa pekerja asing saat kebutuhan tenaga kerja sedang tinggi.

Seperti dilansir Kyodo, Sabtu (16/5), otoritas imigrasi Jepang sejak 13 April membekukan penerbitan sertifikat kelayakan untuk visa pekerja terampil spesifik kategori Type I di sektor layanan makanan. Alasannya, jumlah pemegang visa sudah mendekati batas kuota.

Data sementara menunjukkan jumlah pekerja asing di sektor ini mencapai sekitar 46 ribu orang hingga akhir Februari. Angka itu nyaris menyentuh batas kuota 50 ribu pekerja yang ditetapkan hingga tahun fiskal 2028.

Kebijakan mendadak ini membuat pelaku industri waswas. Mereka khawatir calon pekerja asing yang sudah dalam proses justru memilih pulang ke negara asal dan tak kembali ke Jepang.

Visa Type I memungkinkan pekerja asing bekerja hingga lima tahun di Jepang. Namun, mereka tidak bisa membawa anggota keluarga.

Salah satu yang terdampak adalah Skylark Holdings Co.. Perusahaan itu saat ini mempekerjakan 32 mahasiswa asing paruh waktu, termasuk dari Myanmar, dan tengah membantu mereka bersiap mengikuti ujian visa pada Juni.

Skylark sebenarnya punya rencana jangka panjang. Setelah dua tahun pengalaman kerja, mereka ingin mengangkat para pekerja itu menjadi pegawai penuh waktu melalui jalur visa Type II.

Namun rencana itu kini terganggu. Pihak perusahaan khawatir sebagian pekerja memilih pulang karena mereka memang ingin bekerja di layanan pelanggan restoran, bukan pindah ke sektor lain.

Kekhawatiran serupa datang dari Mos Food Services Inc., operator jaringan Mos Burger. Perusahaan itu selama ini juga mendukung perekrutan tenaga kerja dari Vietnam.

Asosiasi restoran Jepang yang menaungi sekitar 400 operator menyebut dampaknya bisa meluas. Pembukaan gerai baru hingga jam operasional restoran berpotensi terdampak.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore