
Pekerja asal Filipina yang belajar menyiapkan ikan untuk Sushi di Tokyo, pada 2022. (Jiji/The Japan Times)
JawaPos.com – Krisis tenaga kerja di industri restoran Jepang memasuki babak baru. Pemerintah justru menghentikan sementara penerbitan visa pekerja asing saat kebutuhan tenaga kerja sedang tinggi.
Seperti dilansir Kyodo, Sabtu (16/5), otoritas imigrasi Jepang sejak 13 April membekukan penerbitan sertifikat kelayakan untuk visa pekerja terampil spesifik kategori Type I di sektor layanan makanan. Alasannya, jumlah pemegang visa sudah mendekati batas kuota.
Data sementara menunjukkan jumlah pekerja asing di sektor ini mencapai sekitar 46 ribu orang hingga akhir Februari. Angka itu nyaris menyentuh batas kuota 50 ribu pekerja yang ditetapkan hingga tahun fiskal 2028.
Kebijakan mendadak ini membuat pelaku industri waswas. Mereka khawatir calon pekerja asing yang sudah dalam proses justru memilih pulang ke negara asal dan tak kembali ke Jepang.
Visa Type I memungkinkan pekerja asing bekerja hingga lima tahun di Jepang. Namun, mereka tidak bisa membawa anggota keluarga.
Salah satu yang terdampak adalah Skylark Holdings Co.. Perusahaan itu saat ini mempekerjakan 32 mahasiswa asing paruh waktu, termasuk dari Myanmar, dan tengah membantu mereka bersiap mengikuti ujian visa pada Juni.
Skylark sebenarnya punya rencana jangka panjang. Setelah dua tahun pengalaman kerja, mereka ingin mengangkat para pekerja itu menjadi pegawai penuh waktu melalui jalur visa Type II.
Namun rencana itu kini terganggu. Pihak perusahaan khawatir sebagian pekerja memilih pulang karena mereka memang ingin bekerja di layanan pelanggan restoran, bukan pindah ke sektor lain.
Kekhawatiran serupa datang dari Mos Food Services Inc., operator jaringan Mos Burger. Perusahaan itu selama ini juga mendukung perekrutan tenaga kerja dari Vietnam.
Asosiasi restoran Jepang yang menaungi sekitar 400 operator menyebut dampaknya bisa meluas. Pembukaan gerai baru hingga jam operasional restoran berpotensi terdampak.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
