Ilustrasi kuliner legendaris di Pasar Beringharjo yang wajib dicoba ./Freepik.
JawaPos.com - Yogyakarta memang tak pernah kehabisan pesona. Selain Malioboro yang ikonik dan selalu ramai dikunjungi wisatawan, ada satu tempat yang menjadi bagian penting dari denyut kehidupan kota ini, Pasar Beringharjo.
Bukan hanya pusat batik dan oleh-oleh, pasar ini juga menyimpan surga kuliner yang menggoda lidah para pecinta makanan tradisional.
Bagi wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa khas Jogja, kuliner di Pasar Beringharjo wajib masuk dalam daftar kunjungan.
Mulai dari minuman segar legendaris, makanan tradisional, hingga hidangan khas yang melegenda puluhan tahun.
Dilansir dari laman kanal YouTube Rekomendasi ID, Minggu (20/10), berikut deretan 10 kuliner legendaris di Pasar Beringharjo Yogyakarta yang wajib kamu coba minimal sekali seumur hidup.
Siapa yang tidak kenal dengan Es Dawet Mbah Hari? Penjual legendaris ini sudah berjualan sejak usia 12 tahun dan kini berumur lebih dari 70 tahun. Berlokasi di pintu utara Pasar Beringharjo, es dawetnya berisi cendol, cincau hijau, nangka, santan, dan gula merah.
Rasanya manis, gurih, dan menyegarkan — cocok untuk menghilangkan dahaga setelah berkeliling pasar. Dengan harga hanya Rp5.000-an per mangkuk, tidak heran jika antrian pembeli tak pernah sepi.
Hidangan ini wajib dicoba bagi pencinta kuliner tradisional. Daging empal direbus selama enam jam di atas tungku kayu agar empuk, lalu digoreng dan disajikan bersama nasi putih hangat.
Terletak di selatan area parkir lantai dua Pasar Beringharjo, warung ini buka pukul 08.00–15.00 WIB.
Satu porsi Sego Empal Bu Warno dibanderol sekitar Rp10.000, lengkap dengan pilihan lauk babat, paru, atau jeroan.
Warung Bu Hadi dikenal dengan gado-gado khasnya yang menggunakan bumbu kacang racikan sendiri. Isinya lengkap — kupat, tahu, kentang, kol, telur, dan timun segar.
Sebagai pelengkap, ada Es Kopior, minuman kelapa muda unik dengan tekstur lembut dan segar.
Satu porsi gado-gado dibanderol Rp15.000, sementara es kopior hanya Rp10.000. Lokasinya berseberangan langsung dengan warung Sego Empal Bu Warno.
Nama “Piitis” berasal dari cara pembuatannya, yaitu cabe setan yang “dipiitis” (dihancurkan) sebelum dicampurkan ke kuah soto.
Rasa gurih berpadu pedas membuat soto ini punya penggemar tersendiri.
Terletak di lantai satu sisi selatan Pasar Beringharjo, warung ini buka dari pukul 07.00–15.00 WIB.
Cukup dengan Rp9.000, kamu sudah bisa menikmati seporsi soto hangat yang bikin ketagihan.
Sate ini unik karena terbuat dari gajih (lemak sapi) yang dibakar dengan bumbu kecap dan rempah. Rasanya kenyal, gurih, dan sedikit manis.
Harga satu tusuk sate gajih hanya Rp3.000, sementara sate daging atau hati dijual Rp4.000.
Penjual sate kere di Beringharjo hanya satu, jadi kalau datang siang hari, sering kali sudah habis.
Bakmi Pentil dinamai demikian karena teksturnya yang kenyal seperti pentil karet. Terbuat dari tepung tapioka, mie ini disajikan dengan bawang goreng dan sambal mentah pedas.
Harga per bungkus mulai dari Rp5.000–Rp10.000, tergantung porsi.
Bu Marzuki bisa kamu temui di pintu selatan pasar — pastikan datang pagi agar tidak kehabisan!
Selain menjual bakmi pentil, Bu Marzuki juga menawarkan burung puyuh bacem yang empuk dan manis gurih.
Harga per ekor mulai dari Rp7.500–Rp10.000, tergantung ukuran.
Burung puyuh ini bisa langsung dimakan atau digoreng kembali di rumah. Cocok dijadikan oleh-oleh khas Jogja yang unik.
Sup ini termasuk kuliner eksklusif di Pasar Beringharjo. Isinya terdiri dari wortel, kentang, rolade, dan taburan bawang goreng.
Kuah kaldu sapi yang gurih berpadu dengan aroma rempah seperti jahe dan pala.
Harga seporsinya Rp10.000 saja, dan kamu bisa menambahkan ceker atau kepala ayam sesuai selera.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
