Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Oktober 2025, 00.03 WIB

Hangat, Gurih, Viral: Kisah di Balik Xiaolongbao yang Mendunia, dari Shanghai ke Manhattan

Semangkuk xiaolongbao atau Chinese soup dumplings disajikan hangat dengan kuah gurih khas Shanghai yang kini populer hingga ke New York - Image

Semangkuk xiaolongbao atau Chinese soup dumplings disajikan hangat dengan kuah gurih khas Shanghai yang kini populer hingga ke New York

JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, xiaolongbao, dumpling kukus berisi kaldu panas khas Tiongkok, menjadi salah satu ikon kuliner yang paling digemari di dunia. Makanan yang dahulu hanya ditemukan di kedai-kedai kecil Shanghai ini kini telah menjelma menjadi fenomena global.

Dilansir dari ANKO News, meningkatnya permintaan terhadap produk beku xiaolongbao menandai era baru di mana tradisi kuliner Tiongkok mulai beradaptasi dengan gaya hidup modern tanpa kehilangan cita rasa aslinya.

Keunikan xiaolongbao terletak pada isian daging cincang yang dicampur dengan jeli kaldu, yang kemudian mencair menjadi sup ketika dikukus. Inovasi juga terus berkembang, dari isian klasik daging babi hingga varian baru seperti truffle, keju, dan rasa pedas. Tren ini memperlihatkan bagaimana kuliner tradisional dapat menyesuaikan diri dengan selera generasi baru tanpa meninggalkan akar budayanya.

Sementara itu, kota Shengzhou di Provinsi Zhejiang menjadi salah satu pusat produksi utama xiaolongbao di Tiongkok. Melansir dari Asia News Network, Shengzhou dikenal sebagai "kota roti kukus" karena ribuan usaha kecil hingga pabrik besar di wilayah tersebut memproduksi xiaolongbao setiap hari. Pemerintah daerah bahkan memberikan subsidi hingga 30 juta yuan per tahun untuk memperkuat industri kuliner lokal, sekaligus menjaga kualitas dan keaslian resep tradisional.

Shengzhou juga berhasil memadukan nilai tradisional dengan inovasi teknologi. Banyak pengusaha muda yang kini mengembangkan sistem pembekuan cepat dan distribusi digital agar xiaolongbao dapat dikirim ke berbagai negara tanpa kehilangan rasa dan teksturnya. Langkah ini tidak hanya memperluas pasar tetapi juga mengangkat citra kuliner China di tingkat global.

Fenomena serupa juga muncul di Amerika Serikat. Seperti dilaporkan oleh South China Morning Post, xiaolongbao kini menjadi makanan viral di kota New York berkat kekuatan media sosial. Video di TikTok dan YouTube yang menampilkan cara unik memakan dumpling berisi sup panas itu berhasil menarik perhatian masyarakat luas. Banyak restoran di Manhattan bahkan harus mengantri pelanggan yang penasaran mencoba hidangan tradisional ini.

Restoran seperti Din Tai Fung dan beberapa kedai lokal di Manhattan kini berinovasi dengan menghadirkan varian xiao long bao rasa cokelat hingga kepiting laut. Tren ini menunjukkan bagaimana perpaduan budaya dan kreativitas dapat membawa kuliner Tiongkok melintasi batas geografis. Xiaolongbao bukan lagi sekadar makanan, melainkan simbol gaya hidup kosmopolitan yang menghubungkan Timur dan Barat melalui cita rasa.

Di Tiongkok sendiri, keragaman xiaolongbao terus berkembang di berbagai daerah. Seperti dilansir dari Global Times, setiap wilayah memiliki ciri khasnya. Xiaolongbao dari Wuxi dikenal dengan rasa manis dan kuah kental, sementara versi Hangzhou menonjolkan kulit yang sangat tipis dengan aroma kaldu ringan. Adapun di Kaifeng, isian daging dan kaldu dibuat melimpah sehingga menciptakan pengalaman rasa yang kaya di setiap gigitan.

Generasi muda kini ikut melestarikan tradisi kuliner ini dengan cara yang lebih kreatif. Banyak chef muda Tiongkok yang menambahkan elemen seni pada penyajian xiaolongbao, seperti penggunaan warna alami dari sayuran atau bentuk-bentuk unik yang menarik perhatian wisatawan.

Dari sisi industri, perkembangan teknologi makanan turut membantu menjaga konsistensi dan efisiensi produksi. Mesin otomatis terbaru bahkan mampu membuat hingga 6.000 xiaolongbao per jam tanpa mengurangi kualitas rasa. Teknologi ini memungkinkan produksi massal yang tetap mempertahankan keaslian, sehingga xiaolongbao dapat dinikmati di restoran, supermarket, hingga rumah tangga di seluruh dunia.

Fenomena global xiaolongbao membuktikan bahwa kuliner tradisional tidak harus tenggelam oleh modernitas. Sebaliknya, kelezatan dan nilai budaya yang dikandung dalam makanan ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Dari dapur kecil di Shengzhou hingga restoran mewah di Manhattan, xiaolongbao berdiri sebagai simbol bagaimana rasa, tradisi, dan inovasi dapat bersatu dalam harmoni.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore