Wedang jahe gula merah, minuman sehat penghangat tubuh di kala musim hujan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Memasuki musim pancaroba, cuaca di Indonesia sering mengalami perubahan. Berubahnya cuaca secara tiba-tiba membuat tubuh rentan terkena penyakit, misalnya batuk dan pilek.
Mengonsumsi makanan dan minuman sehat adalah langkah ideal agar tubuh terhindar dari penyakit. Salah satu contoh minuman sehat adalah wedang jahe. Walaupun banyak tersedia dalam bentuk sachet, rasanya seperti ada yang kurang jika tidak berasal dari seduhan jahe asli.
Wedang jahe sendiri merupakan hidangan minuman tradisional yang berasal dari Jawa. Kata "wedang" adalah istilah dalam bahasa Jawa yang artinya "minuman rebus."
Wedang jahe memiliki rasa khas yang berasal dari rempah-rempah tambahan, seperti batang sereh, pandan, cengkih, dan tambahan lainnya. Salah satu varian yang populer adalah wedang jahe gula merah.
Bagi Anda yang ingin menikmati wedang jahe, resep wedang jahe gula merah berikut ini bisa membantu Anda di rumah. Melansir dari kanal YouTube Dono Bramantyo, berikut adalah bahan-bahan yang harus disiapkan.
Bahan-Bahan:
Langkah Pembuatan:

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
