
Ampo yang sudah siap dikonsumsi (instagram/@mridhoramadhana)
JawaPos.com - Ampo merupakan salah satu camilan tradisional yang tidak biasa sekaligus bagian dari kekayaan kuliner di Indonesia. Sekilas, ampo terlihat seperti lintingan cokelat tetapi sebenarnya makanan ini terbuat dari tanah liat yang menjadikannya memiliki cita rasa unik tersendiri.
Ampo dikenal sebagai makanan khas Tuban, meskipun demikian ampo juga banyak dijumpai di kota-kota Jawa Tengah dan Jawa Timur lainnya. Pada tahun 2024, camilan ini resmi ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia.
Walaupun terbuat dari tanah tetapi proses pembuatan ampo tidak sembarangan. Dibagikan JawaPos sebelumnya, Ampo memiliki bahan dasar dari tanah kering yang sudah ditumbuk sampai halus seperti tepung dan sudah diayak dengan saringan. Sementara, kerikil dan tanah lainnya dibuang.
Selanjutnya, tanah yang sudah berbentuk tepung diberi sedikit air dan dibentuk. Adonan ampo dibentuk seperti kue semprong sambil diolesi minyak sayur yang dicampur abu jerami. Kemudian ampo dibakar selama 5 jam di atas tungku api.
Tekstur dan Cita Rasa Ampo
Dikarenakan proses pembuatannya dibakar, ampo memiliki rasa yang khas. Ketika memakannya, kamu akan langsung merasakan aroma seperti bau kerak gosong atau hangus. Sedangkan untuk teksturnya renyah seperti keripik.
Kandungan Gizi Ampo
Dikutip dari website resmi Universitas Gajah Mada pada Jum’at (3/10), Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc. mengungkapkan bahwa ampo tidak memiliki nilai gizi dikarenakan bahan dasarnya mengandung silika dan alumina yang tidak mudah larut di air dan tidak dapat diserap oleh tubuh.
Sementara mengenai keamanannya, tergantung pada sumber tanah. Jika tanah yang diambil berasal dari selatan gunung berapi dan masih berada di area pegunungan, maka tanah masih relatif bersih.
Sedangkan, jika tanah yang diambil berasal dari dekat ladang atau pemukiman yang banyak aktivitas seperti pemupukan, maka ada kemungkinan tanah tercemar pestisida dan logam berat.
Popularitas Ampo dari Masa ke Masa
Ampo sempat menjadi makanan populer untuk sajian hajatan atau pun dijadikan oleh-oleh. Namun, sayangnya popularitas ampo terus menurun sejak awal 1990-an.
Hal ini disebabkan oleh jumlah produsen ampo yang terus berkurang akibat tidak adanya regenerasi maupun karena beralih profesi.
Selain itu, proses pembuatan ampo yang membutuhkan waktu hingga berhari-hari tidak bisa dipercepat dan bahan dasarnya sulit dicari. Tanah yang digunakan untuk membuat ampo harus menggunakan tanah lempung sawah yang padat, empuk, dan berwarna merah.
Peminat ampo juga semakin berkurang lantaran semakin banyaknya cemilan lain dengan rasa yang lebih cocok dengan selera masyarakat masa sekarang. Kini rata-rata ampo digunakan untuk acara pernikahan atau sunatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022