Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 23.23 WIB

Resep Asinan Betawi Asli Jakarta: Segar, Legendaris, dan Penuh Cerita

Hidangan asinan Betawi ala Chef Eddy Siswanto (YouTube Eddy Siswanto)

JawaPos.com - Jakarta bukan hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan kota metropolitan, tetapi juga gudangnya kuliner khas yang sarat makna budaya. Salah satunya adalah asinan Betawi, makanan legendaris yang hingga kini masih setia hadir di berbagai sudut ibu kota. Seporsi asinan Betawi selalu menggoda dengan perpaduan kuah kacang gurih pedas, rasa asam segar, manis gula merah, dan renyahnya sayuran segar.

Bukan sekadar hidangan pelepas dahaga di siang hari yang terik, asinan Betawi adalah kuliner yang menyimpan kisah panjang perjalanan masyarakat Jakarta. Dari teknik pengawetan tradisional, pengaruh budaya Tionghoa, hingga menjadi simbol identitas Betawi, kuliner ini benar-benar lebih dari sekadar makanan ringan. 

Sejarah Asinan Betawi

Dilansir dari laman senibudayabetawi.com, nama 'asinan' berasal dari kata dasar 'asin', yang merujuk pada proses pengawetan makanan dengan cara merendam sayur atau buah dalam larutan garam dan air. Tradisi ini sudah dikenal masyarakat Batavia sejak era kolonial Belanda.

Seiring berjalannya waktu, teknik pengawetan itu berpadu dengan budaya Tionghoa yang memperkenalkan penggunaan cuka, kacang tanah, dan udang kering (ebi) dalam racikan kuah. Inilah yang membuat asinan Betawi memiliki rasa kompleks: asin, asam, manis, pedas, dan gurih dalam satu sajian. Tak heran, makanan ini tetap eksis meski sudah ratusan tahun berlalu.

Asinan Betawi punya ciri khas yang membuatnya berbeda dengan jenis asinan lain di Indonesia. Sayuran segar seperti selada, kol, timun, dan tauge selalu jadi bahan utama. Kuahnya kental karena campuran kacang tanah, cabai, ebi, serta gula merah. Sensasi asam diperoleh dari asam jawa dan cuka, membuat rasanya semakin menyegarkan.

Satu lagi yang unik adalah kerupuk mie kuning yang biasanya menjadi topping. Menurut catatan Senibudayabetawi.com, kerupuk bukan sekadar pelengkap, tetapi identitas yang tak terpisahkan dari kuliner ini.

Banyak orang sering menyamakan asinan Betawi dengan asinan Bogor. Padahal, keduanya berbeda. Asinan Betawi lebih menekankan sayuran segar dan kuah kacang kental bercampur asam. Sedangkan, Asinan Bogor umumnya berbasis buah tropis seperti mangga, kedondong, dan nanas, dengan kuah merah encer yang lebih dominan pedas-asam. Dari segi tampilan sendiri, asinan Bogor tampak lebih cerah karena kuahnya merah menyala, sedangkan asinan Betawi tampil lebih pekat dengan kuah kacang.

Tak lengkap rasanya kalau hanya mengenal sejarah tanpa mencicipi sendiri hidangan legendaris ini. Untungnya, ada Chef Eddy Siswanto yang lewat kanal YouTube-nya sudah berbagi resep asinan Betawi. Dengan panduan beliau, siapa pun bisa mencoba menghadirkan semangkuk asinan Betawi yang segar, gurih, dan penuh kenangan langsung dari dapur rumah masing-masing. Berikut resep yang dapat kamu coba di rumah: 

Resep Asinan Betawi Asli Jakarta ala Chef Eddy Siswanto 

Bahan Kuah:

  • 200 gram cabe merah besar
  • 100 gram kacang tanah goreng kupas
  • 50 gram asam jawa
  • 200 gram gula merah
  • 20 gram udang kering (ebi)
  • 3 siung bawang putih
  • 3 sdm cuka
  • 100 gram gula pasir
  • 10 gram garam
  • 2 liter air

 Bahan Pelengkap:

  • Tahu putih
  • Daun selada
  • Kol
  • Timun
  • Tauge
  • Kacang tanah goreng
  • Kerupuk mie kuning

Cara Membuat:

  1. Gongseng udang kering hingga wangi, lalu haluskan bersama cabai merah besar dan bawang putih.
  2. Goreng kacang tanah kupas, lalu haluskan hingga tekstur sesuai selera.
  3. Rebus 2 liter air hingga mendidih, masukkan gula merah sampai larut.
  4. Tambahkan bumbu halus (cabai, bawang putih, ebi), kacang tanah giling, lalu aduk rata.
  5. Bumbui dengan garam, gula pasir, cuka, dan air asam jawa, masak hingga mendidih. Koreksi rasa (manis, asam, asin) sesuai selera.
  6. Angkat, dinginkan kuah agar lebih segar.
  7. Siapkan sayuran segar dan tahu putih rebus, tata dalam mangkuk, siram dengan kuah dingin.
  8. Taburi kacang goreng dan kerupuk mie kuning di atasnya.

Asinan Betawi bukan sekadar kuliner pinggir jalan, melainkan warisan budaya yang menyatukan sejarah kolonial, pengaruh Tionghoa, serta identitas lokal Betawi. Perbedaan dengan asinan Bogor juga menunjukkan betapa kayanya variasi kuliner Nusantara, satu nama, dua rasa, dan masing-masing punya keistimewaan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore