Khanom Bueang, jajanan khas Thailand dengan rasa manis, gurih, dan sedikit asin (Dok. Taste of Thailand)
JawaPos.com - Saat berkunjung ke Thailand, tak lengkap rasanya kalau belum mencicipi jajanan kaki lima khas Negeri Gajah Putih. Salah satunya adalah Khanom Bueang, camilan mungil berbentuk cangkang tipis berwarna cokelat yang dilipat.
Sekilas, tampilannya memang mirip taco mini. Namun, sekali digigit, siapa pun akan langsung menyadari perbedaan besar, kulitnya yang renyah berpadu dengan isian lembut, menghasilkan sensasi rasa manis, gurih, dan sedikit asin yang begitu khas.
Apa Itu Khanom Bueang
Melansir dari Thailand Foundation, khanom bueang merupakan jajanan tradisional khas Negeri Gajah Putih yang bisa dengan mudah dikenali dari bentuknya. Hidangan ini berupa kulit tipis renyah berwarna cokelat yang biasanya dilipat menyerupai setengah lingkaran. Bagian dalamnya diisi dengan krim lembut yang dibuat dari putih telur kocok atau santan, lalu diberi aneka topping.
Khanom bueang hadir dalam dua variasi rasa utama, yakni manis dan gurih. Untuk versi manis, topping yang digunakan adalah foy thong atau benang emas manis yang terbuat dari kuning telur dengan tekstur lembut dan warna kuning-oranye yang cantik. Sementara untuk versi gurih, isiannya lebih beragam, mulai dari udang cincang, kelapa parut, hingga ketumbar.
Daya tarik camilan ini terletak pada perpaduan teksturnya. Kulitnya begitu renyah dan tipis, memberikan sensasi garing di awal gigitan, lalu disusul kelembutan krim dan rasa topping yang kaya. Manis, asin, dan gurih bercampur yang membuatnya sulit dilupakan. Tidak jarang, beberapa penjual juga menambahkan kacang cincang atau buah kering untuk memberikan variasi rasa yang lebih kompleks.
Sejarah Khanom Bueang
Walaupun kini mudah dijumpai di berbagai sudut jalan Bangkok, sejarah Khanom Bueang ternyata berakar jauh di masa lalu. Konon, camilan ini sudah muncul sejak ratusan tahun silam di istana kerajaan wilayah Thailand Tengah.
Mengutipd dari Lion Brand, Khanom Bueang diyakini mendapat inspirasi dari hidangan asal India yang dimasak di atas ubin terakota. Dari situlah muncul nama "krabueng", yang dalam bahasa Thailand berarti "ubin".
Bukti keberadaan camilan ini bahkan ditemukan pada lukisan dinding di kuil-kuil periode Sukhothai (1238–1438). Selain itu, literatur klasik Thailand seperti Khun Chang Khun Paen dari periode Ayutthaya (1351–1767) juga menyebutkan tentang makanan ini.
Seiring berjalannya waktu, resep Khanom Bueang terus beradaptasi dengan kekayaan alam Thailand. Pada awalnya, bahan utama terdiri dari tepung beras, santan, dan sedikit garam. Kemudian, berbagai isian mulai ditambahkan, seperti udang dan kelapa, yang mencerminkan kelimpahan bahan makanan di dataran tengah Thailand.
"Seiring adaptasi hidangan ini, isian seperti udang dan kelapa pun diperkenalkan, mencerminkan kekayaan sumber daya alam di wilayah tersebut," dikutip dari Thailand Foundation.
Inovasi ini membuat Khanom Bueang tak hanya sekadar camilan sederhana, melainkan juga bukti kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan hasil bumi.
Di Mana Bisa Menemukan Khanom Bueang?

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
