Mango sticky rice khas Thailand (dok. Freepik)
JawaPos.com - Thailand terkenal sebagai salah satu destinasi kuliner terbaik di Asia Tenggara. Dari banyak pilihan yang menggoda, dua makanan berikut selalu menjadi rekomendasi wisatawan. Yaitu, Pad Thai dan Mango Sticky Rice. Keduanya bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang membentuk citra Thailand di mata dunia.
Pad Thai merupakan hidangan mi goreng khas Thailand yang tercipta pada abad ke-20. Hidangan ini awalnya dipopulerkan sebagai simbol nasionalisme dan modernisasi kuliner. Menurut National Geographic Traveller, Pad Thai bahkan pernah dipromosikan pemerintah Thailand sebagai makanan nasional pada era 1930-an agar masyarakat lebih banyak mengonsumsi mi daripada beras.
Cita rasa Pad Thai sangat khas karena memadukan rasa asam, manis, asin, dan gurih dalam satu sajian. Biasanya, bahan-bahan seperti udang, tahu, telur, dan kecambah digoreng bersama mi beras, lalu diberi saus dari tamarind, kecap ikan, serta gula aren.
Seperti dijelaskan oleh Travel + Leisure Asia, kombinasi saus inilah yang membuat Pad Thai mudah diterima oleh lidah internasional, sehingga menjadi salah satu hidangan Thailand paling populer di luar negeri.
Keunikan Pad Thai juga terlihat dari cara penyajiannya. Di banyak tempat, makanan ini disajikan dengan taburan kacang tanah tumbuk, irisan jeruk nipis, dan cabai bubuk sehingga setiap orang bisa menyesuaikan rasa sesuai selera. Tidak heran jika makanan ini banyak dijajakan di pasar malam hingga restoran bintang lima, memperlihatkan fleksibilitas kuliner Thailand.
Selain Pad Thai, makanan lain yang tak boleh dilewatkan adalah Mango Sticky Rice atau dalam bahasa lokal disebut Khao Niew Mamuang. Hidangan penutup ini terdiri dari ketan manis yang dimasak dengan santan, disajikan bersama mangga matang yang manis segar. Portal kuliner TasteAtlas bahkan menobatkan Mango Sticky Rice sebagai salah satu makanan penutup terbaik di dunia.
Rasa gurih ketan yang berpadu dengan manisnya mangga menciptakan kombinasi sederhana namun memikat. Di musim panen mangga, hampir semua pasar malam di Bangkok, Chiang Mai, hingga Phuket dipenuhi penjual Mango Sticky Rice. Menurut TasteAtlas, kesuksesan hidangan ini tidak hanya karena rasanya, tetapi juga karena kesegaran mangga tropis Thailand yang memang sulit ditandingi.
Baca Juga: Resep Pad Thai atau Kwetiau, Mie Goreng Asal Thailand yang Cocok Dimakan Saat Makan Siang
Mango Sticky Rice juga memiliki nilai budaya tersendiri. Dalam tradisi masyarakat Thailand, ketan sering dianggap sebagai simbol keberuntungan, sementara mangga melambangkan kesuburan. Perpaduan keduanya sering dihadirkan pada acara perayaan atau untuk menyambut tamu istimewa. Dengan begitu, makanan ini bukan hanya sekadar pencuci mulut, tetapi juga bagian dari ekspresi budaya.
Kedua hidangan ini juga memiliki peran besar dalam mendukung industri pariwisata. Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Thailand sering menyebut Pad Thai dan Mango Sticky Rice sebagai alasan mereka jatuh cinta pada kuliner lokal. Bahkan, menurut Travel + Leisure Asia, kuliner jalanan Thailand kini diakui sebagai daya tarik global yang memperkuat posisi negara tersebut sebagai surga wisata kuliner.
Walaupun kedua makanan ini sudah banyak dijual di berbagai negara, mencicipinya langsung di Thailand tetap menghadirkan pengalaman yang berbeda. Suasana pasar malam, ramahnya pedagang, dan aroma bumbu yang menyeruak membuat wisatawan merasa lebih dekat dengan kehidupan lokal.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
