
Ilustrasi Streetfood Viral di Surabaya, 50 Ribu Bisa Jajan Banyak (freepik)
JawaPos.com - Kota Lama Surabaya menyimpan banyak kejutan kuliner yang tak hanya menggugah selera, tapi juga penuh cerita dan kehangatan lokal.
Seorang konten kreator mengajak kita menyusuri jalanan penuh sejarah ini, mencicipi makanan khas dari gang-gang kecil hingga spot terkenal seperti Jembatan Merah dan Kya-Kya.
Tak hanya mencicipi, ia juga berinteraksi dengan warga, menciptakan suasana yang akrab dan menghibur.
Dilansir dari youtube Londokampung, berikut pilihan streetfood di Surabay
Wilayah Kota Lama Surabaya, khususnya di bagian utara, kini terlihat lebih rapi dan nyaman untuk pejalan kaki. Bangunan-bangunan tua yang penuh sejarah menambah daya tarik visual saat menikmati suasana tempo dulu.
Di sekitar kawasan Jembatan Merah, sang kreator menemukan berbagai pilihan kuliner, termasuk gado-gado yang porsinya besar dan rasanya menggugah selera. Hanya dengan Rp13.000, sudah bisa makan kenyang dengan bumbu kacang gurih khas Jawa Timuran.
Tak lengkap rasanya kulineran tanpa minuman segar. Di sekitar area tersebut, ia menemukan warung kecil yang menyajikan es jeruk segar seharga Rp8.000. Pemiliknya pun ramah dan ternyata sudah lama tinggal di Surabaya meskipun berasal dari Australia.
Kya-Kya, yang hanya buka di akhir pekan (Jumat–Minggu) mulai pukul 18.00 WIB, jadi salah satu spot favorit warga untuk kulineran malam. Berbagai makanan kekinian dan jajanan klasik bisa ditemukan di sepanjang jalan ini.
Ia juga mencoba martabak telur buatan tangan langsung dari ibu penjualnya, serta pancong lumer rasa cokelat topping almond yang manis dan legit. Harganya ramah kantong, mulai dari Rp5.000 saja.
Dengan es krim Rp5.000, gado-gado Rp13.000, es jeruk Rp8.000, pancong Rp5.000, dan tambahan jajanan lainnya, semua bisa dinikmati dengan bujet yang sangat bersahabat. Bahkan sempat "gagal challenge" jajan Rp50.000 karena kelebihan Rp1.000, tapi semua tetap seru dan menyenangkan.
Tak hanya soal makan, perjalanannya juga dipenuhi interaksi hangat dengan warga lokal hingga turis bule. Bahkan sempat ditawari wawancara dan diajak bercanda soal istilah bahasa Jawa yang unik, seperti "leken" dan "lomon".
Perjalanan ini bukan sekadar wisata kuliner, tapi juga pengalaman budaya yang memperlihatkan keramahan warga Surabaya dan kelezatan kuliner tradisional yang wajib dicoba oleh siapa pun yang datang.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
