Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2026 | 18.40 WIB

Industri Aset Digital Hadapi Tantangan Kepercayaan dan Kepatuhan

Ilustrasi investasi aset kripto. (Wealth & Finance International). - Image

Ilustrasi investasi aset kripto. (Wealth & Finance International).

JawaPos.com - Pertumbuhan industri aset digital di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan membangun kepercayaan pengguna, memperkuat manajemen risiko, dan memastikan layanan berjalan sesuai perkembangan regulasi.

Persoalan tersebut menjadi perhatian OSL Indonesia yang resmi membuka kantor baru di Jakarta, Senin (28/9/2026).

OSL Indonesia merupakan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kehadiran kantor fisik tersebut disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dengan nasabah, mitra, komunitas, dan pemangku kepentingan di tengah perkembangan industri aset digital.

President Director OSL Indonesia Ivan Arilito mengatakan, kehadiran lokal perlu diikuti pemahaman terhadap kebutuhan pengguna di Indonesia.

"Sebagai platform crypto exchange dengan standar global yang hadir ke Indonesia, kami berkomitmen untuk memberikan layanan sesuai kebutuhan investor Indonesia. Selain hadir dengan kantor fisik, kami juga menghadirkan program Voice of Customer (VoC) bagi pengguna dan komunitas OSL Indonesia. Ini merupakan rangkaian komitmen jangka panjang kami di pasar aset digital Indonesia," ujar Ivan di Jakarta, Senin (28/9).

Melalui program Voice of Customer (VoC), pengguna dapat menyampaikan kritik dan masukan untuk pengembangan layanan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari rencana OSL Indonesia untuk membangun platform berdasarkan kebutuhan pengguna, dengan tetap memperketat manajemen risiko dan menyesuaikan proses operasional dengan regulasi di Indonesia.

Ivan menilai perkembangan industri aset digital tidak cukup hanya ditopang inovasi teknologi.

"Pertumbuhan industri aset digital perlu dibangun di atas kepercayaan, kepatuhan, edukasi, dan inovasi. Kami optimistis terhadap potensi pasar Indonesia dan akan terus mengambil pendekatan jangka panjang sebagai platform perdagangan aset kripto di Indonesia," tambah Ivan.

Di sisi pengguna, perdagangan aset digital juga memiliki sejumlah risiko, mulai dari fluktuasi harga dan likuiditas hingga risiko teknologi, kehilangan modal, dan perubahan regulasi. Karena itu, OSL Indonesia mendorong pengguna melakukan riset mandiri sebelum bertransaksi.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore