
Diskusi Economic Frontline bertajuk Masa Depan Bank Sentral di Era Dunia yang Terfragmentasi: Menakar Tren Managed Interdependence Global dan Implikasinya terhadap Bank Indonesia di Javarock Kemang, Kamis (20/8). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Bank Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perubahan sistem keuangan global dan berkembangnya aset digital.
Dalam diskusi Economic Frontline bertajuk Masa Depan Bank Sentral di Era Dunia yang Terfragmentasi: Menakar Tren Managed Interdependence Global dan Implikasinya terhadap Bank Indonesia di Javarock Kemang, Kamis (20/8), perkembangan kripto, Central Bank Digital Currency (CBDC), dan stablecoin turut menjadi perhatian.
Direktur Utama Nawasena Utama Capital Prayoga Putera Utama mengatakan perkembangan digital currency perlu menjadi perhatian Bank Indonesia karena berkaitan dengan stabilitas moneter. Menurutnya, arus masuk dan keluar aset digital, terutama kripto, tidak lagi semata-mata menjadi persoalan regulasi pasar.
Dia berharap, untuk Gubernur BI mendatang adalah sosok yang paham aset berbasis digital, bukan hanya instrumen konvensional. Selain itu, harus mampu membaca tren global seperti CBDC (Central Bank Digital Currency), stablecoin, dan regulasi internasional.
“Dengan begitu, BI bisa menjaga keseimbangan antara inovasi finansial dan stabilitas moneter," katanya.
Prayoga menilai perubahan tersebut perlu diantisipasi karena perkembangan sistem keuangan digital berlangsung bersamaan dengan dinamika pasar global. Bagi Bank Indonesia, kemampuan membaca perubahan itu menjadi penting agar kebijakan yang diambil tetap mampu menjaga stabilitas tanpa menghambat inovasi finansial.
Dalam diskusi tersebut, Prayoga juga mengaitkan perkembangan aset digital dengan kondisi pasar secara lebih luas. Menurutnya, Indonesia memiliki kapitalisasi pasar yang besar dibandingkan sejumlah negara tetangga sehingga menjadi salah satu tujuan investor global.
Likuiditas pada saham-saham berkapitalisasi besar, seperti sektor perbankan, energi, dan telekomunikasi, membuat investor asing memiliki ruang untuk masuk dalam volume besar. Namun, tingginya volatilitas di pasar negara berkembang juga menghadirkan peluang sekaligus risiko bagi investor.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Prediksi Skor Borneo FC vs Tainan City: Jeronimo Turunkan Susunan Pemain Terbaik
Debut di ITB Ultra Marathon 2026, Alumni ITS Langsung Rebut Gelar Juara
Prediksi Skor Persik Kediri vs PSS Sleman: Macan Putih Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Club Brugge vs Lens di Liga Champions: Blauw-Zwart Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Vasco da Gama vs Boca Juniors: Duel Ketat demi Tiket Final Copa Sudamericana
Prediksi Skor Real Betis vs Feyenoord di Liga Champions: Los Beticos Siap Tekuk Tamu
Prediksi Skor Bournemouth vs AC Milan: The Cherries Berpeluang Perpanjang Tren Positif
Prediksi Skor Aston Villa vs Viking FK di Liga Champions: The Villans Jaga Tren Kemenangan!
Prediksi Palmeiras vs Fluminense: Tuan Rumah Selangkah Lagi Lolos ke Final Copa Libertadores 2026

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022