Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 16.20 WIB

ETF Ditunda, Harga Dogecoin Tetap Meroket Karena CleanCore Borong Rp 2 Triliun DOGE

Ilustrasi Doge Coin. (OSL)

JawaPos.com – Di saat mayoritas mata uang kripto top bergerak stagnan, Dogecoin (DOGE) justru menjadi sorotan utama. Dalam sepekan terakhir, harga DOGE melonjak hampir 20 persen hingga mencapai USD 0,25 atau sekitar Rp 4.112, menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Agustus.

Kenaikan ini dipicu dua faktor besar: akumulasi besar-besaran oleh perusahaan publik CleanCore Solutions dan ekspektasi terhadap peluncuran ETF Dogecoin pertama di Amerika Serikat. Meski jadwal peluncuran ETF tersebut sempat ditunda, euforia pasar tak mereda.

Rencana ETF Dogecoin bertajuk DOJE diinisiasi oleh manajer aset Rex-Osprey, yang ingin memberi eksposur harga Dogecoin ke investor institusi melalui produk keuangan tradisional. Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, menyebut bahwa peluncuran DOJE yang awalnya dijadwalkan lebih awal kini ditunda ke Kamis (18/9) mendatang. “Peluncuran ditunda. Kemungkinan Kamis depan,” tulisnya di X (dulu Twitter).

Menariknya, antusiasme investor justru meningkat pasca penundaan. Di platform prediksi pasar Myriad, 66,6 persen trader memprediksi harga Dogecoin akan menembus USD 0,30 (sekitar Rp 4.938), dibanding hanya 33,4 persen yang memperkirakan DOGE akan turun ke USD 0,15 (Rp 2.470).

Salah satu pendorong utama reli ini adalah langkah CleanCore Solutions (kode saham ZONE), perusahaan berbasis di Amerika Serikat yang menjalin kemitraan strategis dengan Dogecoin Foundation dan House of Doge. Dalam pengumuman terbarunya, CleanCore mengakumulasi lebih dari 500 juta DOGE senilai lebih dari USD 125 juta atau setara Rp 2,05 triliun.

Strategi ini disebut sebagai upaya untuk menjadikan Dogecoin sebagai aset cadangan (reserve asset) perusahaan, sekaligus memperluas penggunaannya dalam sistem pembayaran, tokenisasi, dan produk mirip staking.

CleanCore sendiri kini menjadi sorotan investor. Harga saham ZONE naik sekitar 6 persen dalam sepekan, dan telah melonjak lebih dari 200 persen sejak awal tahun. Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap arah bisnis perusahaan yang kian fokus pada kripto.

Meski begitu, Dogecoin masih jauh dari rekor tertingginya pada tahun 2021 yang sempat menyentuh USD 0,73 (Rp 12.019). Pertanyaan besarnya kini, apakah minat institusional dan masuknya dana dari ETF bisa mempertahankan momentum ini, atau hanya menjadi lonjakan sesaat seperti siklus meme coin sebelumnya.

Dogecoin dikenal luas sebagai kripto bertema lelucon, namun telah berkembang menjadi aset yang diam-diam masuk ke ranah institusional. Bahkan Bloomberg menyebutnya sebagai ETF “tanpa utilitas secara sengaja,” menandai betapa uniknya DOGE dibanding aset kripto lain seperti Bitcoin atau Ethereum yang punya tujuan teknis dan ekosistem yang kompleks.

Dengan peluncuran ETF DOJE yang tinggal menghitung hari, Dogecoin kembali membuktikan bahwa sentimen dan adopsi institusi bisa menjadi bahan bakar utama—bahkan bagi koin yang awalnya hanya dibuat sebagai parodi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore