
Ilustrasi harga Bitcoin yang terus meroket naik. (Dhimas Ginanjar/Dall-E/JawaPos.com)
JawaPos.com - Harga Bitcoin kembali menguat dan menembus level USD 81 ribu atau sekitar Rp 1,4 miliar pada Senin (5/5). Kenaikan itu menjadi yang pertama sejak akhir Januari 2026 setelah aset kripto tersebut sempat mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam siaran persnya, platform investasi kripto Reku menyebut harga Bitcoin telah naik sekitar 35 persen dibanding titik terendah pada Februari 2026 di level USD 62 ribu atau sekitar Rp 1,07 miliar. Sebelumnya, Bitcoin sempat menyentuh rekor tertinggi USD 126 ribu atau sekitar Rp 2,19 miliar pada September 2025 sebelum mengalami koreksi pasar.
Penguatan harga Bitcoin juga terjadi di tengah kenaikan inflasi energi di Indonesia. Per 4 Mei 2026, harga Pertamina Dex naik dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter, sementara Dexlite naik menjadi Rp26 ribu per liter.
Kenaikan serupa terjadi pada harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta yang disebut naik 16,16 persen menjadi Rp27.358 per liter pada Mei 2026. Dalam rilis tersebut, kondisi itu dikaitkan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Analis Reku Fahmi Almuttaqin mengatakan terdapat sejumlah indikator teknikal yang menunjukkan pasar mulai bergerak keluar dari fase koreksi. Salah satunya terlihat dari Relative Strength Index (RSI) mingguan Bitcoin yang sempat turun ke level 27,48 pada Maret 2026.
“Dalam sejarah Bitcoin, kondisi seperti ini baru terjadi beberapa kali dan sebelumnya bertepatan dengan titik bawah siklus pasar,” kata Fahmi.
Selain faktor teknikal, arus dana ke ETF Bitcoin spot juga disebut meningkat selama April 2026. Reku menyebut nilai inflow mencapai USD 1,97 miliar atau sekitar Rp 34,2 triliun, sementara sejumlah investor institusi disebut masih melakukan akumulasi aset kripto di tengah volatilitas pasar.
Meski demikian, Fahmi menilai penguatan pasar belum sepenuhnya terkonfirmasi. Data on-chain dari Santiment menunjukkan jumlah dompet aktif Bitcoin harian masih berada di kisaran 531 ribu atau mendekati level terendah dalam dua tahun terakhir.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan partisipasi investor ritel belum sepenuhnya pulih meski harga mulai naik. Ia memperkirakan tren bullish baru akan lebih kuat apabila Bitcoin mampu bertahan di atas level USD 82 ribu hingga USD 85 ribu atau sekitar Rp 1,42 miliar hingga Rp 1,47 miliar secara konsisten.
“Optimisme tetap perlu diimbangi kehati-hatian karena pergerakan harga masih cukup sensitif terhadap kondisi pasar global,” ujar Fahmi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
