Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 01.15 WIB

Pasar Kripto Masih Volatil, Crypto Summit 2025 Jadi Harapan Terakhir?

Ilustrasi Crypto Summit yang digelar Jumat (6/3) malam waktu Indonesia. (Youtube SBMusik) - Image

Ilustrasi Crypto Summit yang digelar Jumat (6/3) malam waktu Indonesia. (Youtube SBMusik)

JawaPos.com - Pasar kripto tengah berada dalam ketidakpastian setelah pengumuman Strategic Bitcoin Reserve, Kamis (6/3) oleh Presiden Donald Trump tidak sesuai ekspektasi. Bitcoin turun 8,7% ke USD 84.700, sementara altcoin seperti XRP, ADA, dan DOGE anjlok hingga 9%.

Investor kini menaruh harapan terakhir pada Crypto Summit Gedung Putih yang akan digelar pada 7 Maret 2025 malam waktu Indonesia. Acara ini dihadiri oleh para pemimpin industri kripto dan pejabat pemerintah, termasuk David Sacks (Crypto Czar Trump), SEC, CFTC, dan Departemen Keuangan AS.

Pada 7 Maret 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Strategic Bitcoin Reserve dan U.S. Digital Asset Stockpile.

Pasar sebelumnya berharap pemerintah akan membeli Bitcoin dalam jumlah besar. Namun, David Sacks menegaskan bahwa tidak akan ada pembelian BTC baru, dan cadangan ini hanya akan diisi dengan Bitcoin hasil penyitaan kasus hukum.

"Cadangan ini akan didanai dengan Bitcoin yang telah disita pemerintah dalam kasus kriminal atau perdata. Ini berarti tidak akan membebani pajak rakyat," jelas Sacks dalam unggahan di X.

Keputusan ini mengecewakan investor, karena tanpa arus modal baru, pasar kehilangan sentimen bullish.

"Tidak ada penjelasan bagaimana cadangan ini akan didanai selain dari Bitcoin yang sudah dimiliki pemerintah. Ini hanya janji untuk tidak menjual apa yang mereka punya," ujar The Kobeissi Letter, analis pasar modal.

Akibatnya, Bitcoin turun 8,7% dari USD 92.790 ke USD 84.700 (sekitar Rp 1,37 miliar). XRP, DOGE, dan ADA anjlok 9% setelah Trump membatalkan rencana diversifikasi cadangan kripto AS. Sementara Bitcoin ETF mengalami arus keluar USD 3,87 miliar dalam dua minggu terakhir.

"Investor khawatir dengan sentimen pemerintah terhadap kripto. Fidelity dan ARK mengalami arus keluar besar karena kekhawatiran ini," ujar analis dari Alva.

Crypto Summit: Sinyal Positif atau Justru Kekecewaan Baru?

Crypto Summit Gedung Putih yang akan digelar 7 Maret 2025 malam waktu Indonesia menjadi harapan terakhir bagi investor kripto.

David Sacks akan memimpin pertemuan ini, bersama Mark Uyeda (Ketua Sementara SEC), Caroline Pham (Ketua Sementara CFTC), dan Bo Hines (Direktur Kelompok Kerja Aset Digital AS).

Menurut Nick Ruck, direktur LVRG Research, investor saat ini tidak terlalu berharap banyak dari Crypto Summit, karena tidak ada indikasi akan ada kebijakan yang bisa mengangkat pasar.

"Trader sudah menurunkan ekspektasi sejak pengumuman cadangan strategis ini mengecewakan. Trump belum menjanjikan sesuatu yang bisa mengembalikan kepercayaan pasar," ujar Ruck.

Namun, beberapa spekulasi tetap muncul mengenai potensi kejutan dalam Crypto Summit. Misalnya, regulasi baru untuk Bitcoin dan altcoin. Trump bisa saja mengumumkan insentif pajak untuk industri kripto. Selain itu, Pemerintah membuka peluang pembelian Bitcoin di masa depan

Menurut Menteri Perdagangan Howard Lutnick, perbedaan utama dalam regulasi Bitcoin dan altcoin bisa menjadi agenda utama.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore