Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 16.51 WIB

Sentimen Pemangkasan Suku Bunga Dorong Ethereum Naik ke 4.300, Pasar Waspadai Rilis CPI AS

Ilustrasi harga Ethereum yang naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Ethereum mencatat lonjakan harga signifikan hingga menembus USD 4.300 atau sekitar Rp 70,95 juta (kurs Rp 16.500) pada akhir pekan lalu. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga tiga kali tahun ini, meski situasi ekonomi Amerika Serikat diliputi kekhawatiran stagflasi.

Kondisi stagflasi dipicu rilis data ISM Services PMI yang menunjukkan perlambatan sektor jasa, kenaikan harga, dan penurunan lapangan kerja sejak dimulainya perang tarif Presiden Donald Trump pada April lalu. Situasi ini menekan The Fed karena inflasi yang naik berbarengan dengan melemahnya pasar kerja membuat ruang kebijakan moneter semakin terbatas.

Di tengah gejolak ini, ekspektasi pemangkasan suku bunga sempat turun dari tiga kali menjadi dua kali dalam setahun, memicu volatilitas aset berisiko termasuk kripto. Namun, pasar kembali optimistis setelah Stephen Miran, penasihat ekonomi dekat Trump, ditunjuk menggantikan Gubernur Fed Adriana Kugler. Penunjukan ini diinterpretasikan sebagai sinyal kuat keinginan Trump untuk mempercepat penurunan suku bunga.

Sentimen positif untuk Ethereum memuncak usai pernyataan mengejutkan Wakil Ketua The Fed Michelle Bowman yang menegaskan perlunya tiga kali pemangkasan suku bunga. Pernyataan tersebut mendorong harga ETH menembus level USD 4.300 pada akhir pekan.

Namun, pasar sempat tertekan oleh aksi BlackRock yang menarik dana besar dari ETF kripto. Pada Senin pekan lalu, terjadi arus keluar USD 292,21 juta dari Bitcoin spot ETF (IBIT) dan USD 375 juta dari Ethereum spot ETF (ETHA), memutus rekor 21 hari arus masuk bersih ETF Ethereum. Penarikan setara 3% kepemilikan ETH BlackRock ini menimbulkan kekhawatiran, meski arus keluar berhenti setelah dua hari.

Pemulihan Ethereum berlangsung cepat berkat aksi beli strategis oleh perusahaan publik AS. Bitmain kini tercatat sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan ETH terbesar di dunia, menguasai lebih dari 830.000 ETH.

Investor kenamaan Wall Street, Tom Lee, bahkan menyebut membeli Ethereum sebagai “transaksi terpenting dalam 10 tahun ke depan”. Kepala riset aset digital Standard Chartered, Geoff Kendrick, menilai saham perusahaan yang memiliki ETH bisa menjadi pilihan investasi lebih menarik dibanding ETF spot Ethereum.

Sepanjang pekan lalu, Ethereum melonjak 25,01%, mengungguli Bitcoin yang naik 5,44% ke USD 119.000, dan Solana yang menguat 15,04%. Penguatan ETH ini berlangsung di pekan yang sama ketika Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif melindungi bisnis kripto dari praktik debanking dan membuka pasar dana pensiun untuk investasi aset digital.

Pekan ini, fokus pasar tertuju pada rilis data inflasi AS. Data Consumer Price Index (CPI) Juli yang keluar pada Selasa (13/8) akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga. Jika angka CPI lebih tinggi dari perkiraan, peluang pemangkasan suku bunga pada paruh kedua 2025 bisa kembali menipis, memicu koreksi harga kripto.

Selain CPI, pasar juga memantau data Producer Price Index (PPI) pada Kamis (15/8), serta data produksi industri dan penjualan ritel AS pada Jumat (16/8). Pernyataan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee pada Rabu (14/8) juga berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar.

Menurut data FedWatch, peluang penurunan suku bunga 0,25% pada pertemuan FOMC September mencapai 88,4%. Angka ini berpotensi naik setelah pasar merespons komentar Bowman, namun volatilitas tetap tinggi hingga akhir pekan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore