
Ilutrasi Dogecoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Saat mayoritas aset kripto utama bergerak melemah, Dogecoin justru muncul sebagai pusat perhatian trader derivatif. Memecoin yang selama ini identik dengan volatilitas tinggi itu kini memimpin aktivitas futures market, meninggalkan Bitcoin, Ethereum, hingga XRP. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran minat trader jangka pendek ke aset dengan potensi pergerakan lebih agresif di tengah market yang mulai kehilangan momentum.
Dikutip dari BeInCrypto, Jumat (15/5), data terbaru CoinGlass menunjukkan open interest futures Dogecoin naik 5,09% dalam 24 jam terakhir. Open interest sendiri merupakan total nilai kontrak derivatif yang masih aktif, indikator yang kerap dipakai trader untuk membaca conviction market dan arah momentum jangka pendek.
Nilai open interest DOGE kini mencapai USD 1,79 miliar (Rp 31,3 triliun dengan kurs Rp 17.500), sementara volume perdagangan futures hariannya melonjak ke USD 3,99 miliar (Rp 69,8 triliun), atau naik 81,62% dibanding periode sebelumnya.
Kontras dengan DOGE, aset besar justru menunjukkan pelemahan minat dari trader derivatif. Bitcoin mencatat penurunan open interest sebesar 0,36%, sementara Ethereum hanya naik tipis 0,94%. Keduanya juga sama-sama terkoreksi sekitar 1,46% dalam perdagangan harian.
Solana tampil lebih lemah. Open interest SOL turun 5,96%, seiring harga yang jatuh 4,21%. XRP juga kehilangan momentum dengan penurunan open interest 2,52% dan harga turun 1,81%.
Kondisi ini memperlihatkan trader sedang mengurangi eksposur ke sejumlah aset utama, tetapi tetap bersedia mengambil posisi leverage di DOGE. Dalam bahasa market, ini sering diartikan sebagai perburuan volatilitas — mencari aset yang masih punya potensi gerak cepat ketika market utama stagnan.
Saat analisis dibuat, Dogecoin diperdagangkan di USD 0,11328 atau sekitar Rp 1.982 per koin. Harga ini naik 1,03% dalam 24 jam terakhir, menjadikannya salah satu dari sedikit aset kripto kapitalisasi besar yang masih bergerak di zona hijau.
Kombinasi kenaikan harga spot dan lonjakan aktivitas futures memberi sinyal bullish jangka pendek. DOGE untuk sementara berhasil memisahkan diri dari tren pelemahan yang menekan market secara umum.
Namun trader paham bahwa euforia leverage bisa menjadi pedang bermata dua.
Lonjakan open interest berarti semakin banyak posisi terbuka di market derivatif. Jika harga terus naik, leverage dapat mempercepat reli karena short seller dipaksa menutup posisi. Tetapi jika DOGE berbalik turun, liquidation massal bisa terjadi dan justru mempercepat koreksi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
