Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2026 | 21.14 WIB

Pasar Kripto Masih Rentan Koreksi, BTC Gagal Tembus USD 80 Ribu

Ilustrasi Bitcoin. Per Senin pukul 12.34 WIB, harga Bitcoin tercatat turun 0,23 persen ke level USD 77.861. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com). - Image

Ilustrasi Bitcoin. Per Senin pukul 12.34 WIB, harga Bitcoin tercatat turun 0,23 persen ke level USD 77.861. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com).

JawaPos.com - Harga Bitcoin, yang belum mampu menembus level psikologis USD 80 ribu, dinilai menjadi indikasi bahwa pasar kripto masih berada dalam tekanan. Per Senin pukul 12.34 WIB, harga Bitcoin tercatat turun 0,23 persen ke level USD 77.861.

Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur menilai tekanan tersebut dipicu kombinasi faktor geopolitik, kondisi makroekonomi, serta dinamika pasar derivatif yang mempercepat koreksi harga, khususnya pada Bitcoin. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu pemicu utama melemahnya sentimen pasar.

Situasi ini turut dipengaruhi kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata, namun belum memberikan kejelasan arah hubungan kedua negara.

"Dari sisi teknikal, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan volatilitas tinggi. Setelah sempat menyentuh level di atas USD 79 ribu, harga kembali terkoreksi dan ditutup melemah sekitar 2 persen ke kisaran USD 78 ribu," ujar Fyqieh, dikutip Senin (27/4).

Ia menambahkan, penurunan tersebut memicu likuidasi besar di pasar derivatif dengan total posisi mencapai sekitar USD 278 juta. Tekanan jual akibat likuidasi ini mempercepat penurunan harga dalam jangka pendek sekaligus menunjukkan rapuhnya momentum kenaikan sebelumnya.

Sejalan dengan pergerakan Bitcoin, sejumlah altcoin juga mengalami pelemahan. Ethereum terkoreksi dari level tertinggi sepekan, sementara XRP bergerak terbatas di bawah level resistance.

Aset lain seperti Solana, Cardano, dan Dogecoin turut mencatat penurunan seiring menurunnya minat risiko investor. Di sisi lain, dominasi Bitcoin meningkat hingga sekitar 60 persen, menandakan adanya pergeseran alokasi dana ke aset yang dianggap lebih defensif.

Tekanan pasar juga datang dari ketidakpastian regulasi, khususnya di AS. Peluang pengesahan CLARITY Act pada 2026 dilaporkan menurun, mencerminkan masih adanya perbedaan pandangan di kalangan pembuat kebijakan. Hal ini turut memengaruhi kepercayaan investor terhadap aset digital secara keseluruhan.

Fyqieh menilai pelemahan pasar saat ini merupakan kondisi yang wajar di tengah kombinasi tekanan global dan dinamika internal industri kripto.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore