Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 16.05 WIB

Trump Hentikan Tarif Impor 90 Hari, Harga Solana Melonjak 12% Meski Tekanan Jual Masih Tinggi

Ilustrasi Solana. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Solana. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Harga Solana (SOL) melonjak lebih dari 12 persen dalam sehari terakhir setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penundaan tarif impor selama 90 hari.

Namun di balik lonjakan tersebut, para analis menilai bahwa tekanan jual masih dominan dan pergerakan harga belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan jangka panjang.

Dikutip dari BeInCrypto, Kamis (10/4), beberapa indikator teknikal utama seperti RSI (Relative Strength Index), BBTrend (Bollinger Band Trend), dan EMA (Exponential Moving Average) justru memberikan sinyal bearish.

Ini menunjukkan bahwa meskipun ada dorongan naik sementara, kepercayaan pembeli masih lemah.

RSI Solana saat ini berada di level 45,52—masih berada di bawah garis tengah 50, yang menandakan pasar masih belum sepenuhnya dikuasai oleh pembeli.

Dua hari lalu, RSI sempat menyentuh titik jenuh jual di angka 21,53 sebelum akhirnya mulai stabil. Meski tekanan jual ekstrem mulai mereda, RSI yang belum menembus angka 50 menjadi sinyal bahwa pasar masih ragu-ragu.

"Jika RSI gagal menembus di atas 50 dalam waktu dekat, itu bisa berarti harga SOL akan bergerak stagnan atau bahkan kembali turun," tulis laporan BeInCrypto.

Sementara itu, indikator BBTrend menunjukkan angka -14,19, level terendah sejak 13 Maret. Nilai negatif ini mencerminkan meningkatnya tekanan jual dan potensi masuknya Solana ke fase bearish yang lebih dalam. Semakin rendah nilai BBTrend, semakin kuat tekanan turunnya.

Secara teknikal, struktur pergerakan harga Solana juga menunjukkan pola menurun. Indikator EMA menegaskan bahwa rata-rata pergerakan jangka pendek masih berada jauh di bawah jangka panjang, memperlihatkan dominasi penjual.

Jika tekanan jual berlanjut, Solana diperkirakan bisa kembali turun ke level support sekitar USD 95 atau sekitar Rp 1,55 juta (kurs Rp 16.400 per USD). Jika level ini jebol, SOL bisa kembali menyentuh harga di bawah USD 90 atau sekitar Rp 1,47 juta, level yang belum terlihat sejak Januari 2024.

Namun jika pembeli berhasil mempertahankan momentum dan menembus resistance di USD 120 (sekitar Rp 1,97 juta), harga Solana berpeluang naik menuju USD 134 atau sekitar Rp 2,2 juta.

Dengan kondisi saat ini, Solana tengah berada di titik krusial. Apakah bisa menembus batas atas dan lanjut naik, atau kembali terperosok ke bawah tekanan pasar.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore