Ilustrasi harga Bitcoin yang anjlok atau bearish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pasar kripto kembali diterpa tekanan kuat pada Jumat (14/11) setelah laporan menunjukkan terjadinya salah satu arus keluar terbesar dari produk ETF Bitcoin dan Ether. Sentimen risk-off mendominasi pasar, membuat investor institusional menarik dana besar dari dua aset kripto terbesar tersebut, sementara Solana menjadi satu-satunya pengecualian yang masih mencatat inflow.
Dikutip dari news.bitcoin, Jumat (14/11), ETF Bitcoin mencatat arus keluar masif senilai USD 869,86 juta (Rp 14,54 triliun dengan kurs Rp 16.700). Angka ini menjadi outflow harian terbesar kedua sepanjang sejarah ETF Bitcoin. Total sepuluh produk ETF mengalami penarikan dana, menggambarkan skala aksi keluar yang meluas di antara investor institusional.
Grayscale Bitcoin Mini Trust mencatat tekanan paling besar, kehilangan USD 318,20 juta (Rp 5,31 triliun), disusul IBIT milik BlackRock yang mengalami outflow USD 256,64 juta (Rp 4,28 triliun). Fidelity FBTC ikut terdampak dengan penarikan USD 119,93 juta (Rp 2 triliun).
Outflow juga menyebar ke produk lainnya:
GBTC kehilangan USD 64,50 juta (Rp 1,07 triliun),
BITB turun USD 47,03 juta (Rp 785 miliar),
BTCO melemah USD 30,80 juta (Rp 514 miliar).
Produk ETF lain seperti ARKB, HODL, EZBC, dan BRRR juga mencatat penarikan yang lebih kecil namun tetap signifikan. Aktivitas perdagangan melonjak menjadi USD 6,52 miliar (Rp 108,8 triliun), sementara total aset bersih ETF Bitcoin menyusut ke USD 130,54 miliar (Rp 2.179 triliun).
Ether ETF tak luput dari aksi jual besar-besaran. Total outflow mencapai USD 259,72 juta (Rp 4,33 triliun). BlackRock ETHA memimpin dengan penarikan USD 137,31 juta (Rp 2,29 triliun). Grayscale ETHE mengikuti dengan USD 67,91 juta (Rp 1,13 triliun), sementara Ether Mini Trust dan FETH menyumbang sisanya.
Menariknya, Solana kembali menjadi pengecualian. Ketika Bitcoin dan Ether dibanjiri outflow lebih dari USD 1,1 miliar (Rp 18,3 triliun), ETF Solana justru mencatat inflow baru USD 1,49 juta (Rp 24,8 miliar) melalui BSOL milik Bitwise. Meski kecil, ini menambah deretan hari positif Solana yang konsisten di tengah kondisi pasar yang tidak bersahabat.
Dengan volume perdagangan mencapai USD 52,62 juta (Rp 878 miliar), ETF Solana mempertahankan total aset bersih stabil di USD 533,43 juta (Rp 8,9 triliun). Kondisi ini memperkuat narasi bahwa modal institusional tengah melakukan rotasi dari aset besar seperti Bitcoin dan Ether menuju alternatif Layer-1 seperti Solana.
Arus keluar besar dari ETF dianggap sebagai sinyal kehati-hatian investor terhadap pasar kripto menjelang akhir tahun. Tekanan makro, termasuk kekhawatiran valuasi teknologi dan volatilitas global, memperbesar sentimen risk-off. Namun arah rotasi modal menuju Solana menunjukkan bahwa investor belum sepenuhnya meninggalkan pasar, melainkan sedang mencari aset dengan potensi pertumbuhan yang lebih agresif.
Jika tekanan ETF berlanjut, volatilitas Bitcoin dan Ether kemungkinan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan. Namun, analis menilai minat terhadap alternatif seperti Solana akan terus meningkat selama kondisi likuiditas global tidak memburuk lebih jauh.
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022