Doge, Shib, dan Bonk merupakan memecoin yang berhasil bertahan.
JawaPos.com – Memecoin, yang sempat merajai pasar kripto awal tahun ini, kini mengalami kemunduran drastis setelah serangkaian rug pull dan kegagalan peluncuran.
Namun, menurut pendiri CoinGecko, Bobby Ong, fenomena ini bukan akhir dari segalanya—memecoin hanya memasuki fase hibernasi sebelum nantinya kembali bangkit.
Dalam laporan yang dirilis pada 6 Maret, Ong menjelaskan bahwa setelah hype besar memecoin TRUMP yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump pada 18 Januari, antusiasme pasar justru anjlok menyusul skandal Libra (LIBRA).
Dilansir dari Cointelegraph, skandal ini memperlihatkan bagaimana insider memanfaatkan keuntungan sebelum harga token LIBRA runtuh hingga 94% dalam hitungan jam, dengan keuntungan lebih dari USD 107 juta (sekitar Rp 1,73 triliun).
"LIBRA menjadi paku terakhir di peti mati euforia memecoin. Banyak investor yang menyadari bahwa memecoin bukanlah peluncuran yang adil, melainkan didominasi oleh kelompok tertutup yang meraup keuntungan dari mayoritas investor lainnya," ujar Ong.
Dampak skandal ini langsung terasa di berbagai platform. Pump.fun, salah satu launchpad memecoin terbesar, mencatat penurunan aktivitas drastis setelah Libra rug pull.
Jumlah token baru dan token yang lulus tahap launchpad anjlok lebih dari 90% sejak puncaknya di Februari. Volume perdagangan mingguan Pump.fun merosot 63% dari Januari ke Februari.
Kapitalisasi pasar total memecoin turun dari USD 124 miliar (Rp 2.008,8 triliun) pada Desember ke USD 54 miliar (Rp 874,8 triliun).
Kontras dengan awal tahun, ketika peluncuran memecoin TRUMP membuat Pump.fun mencetak rekor volume perdagangan mingguan sebesar USD 3,3 miliar (Rp 53,4 triliun), kini pasar memecoin terasa jauh lebih lesu.
Meskipun kondisi pasar saat ini buruk, Ong menekankan bahwa memecoin adalah fenomena musiman. Seperti siklus sebelumnya, tren ini bisa bangkit kembali, tetapi mayoritas proyek akan gagal.
"Pasar kripto mungkin akan mengalami skenario ekstrem di mana 99,99% memecoin akan gagal, dan hanya beberapa yang tetap bertahan," jelas Ong.
Beberapa memecoin yang telah melewati berbagai siklus pasar dan tetap eksis adalah Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB), dan Bonk (BONK). Keberhasilan mereka dapat menjadi referensi bagi proyek memecoin di masa depan yang ingin bertahan lebih lama di pasar.
Di sisi lain, laporan dari Santiment, platform analitik on-chain, menyebutkan bahwa dengan meredanya hype memecoin, pasar kripto kini mulai kembali fokus ke Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan proyek layer-1 lainnya. Hal ini bisa menjadi indikasi transisi ke fase pasar yang lebih sehat, di mana investor lebih banyak beralih ke aset dengan fundamental lebih kuat.
Dengan kejatuhan LIBRA dan anjloknya kapitalisasi pasar memecoin, tren ini memang terlihat melemah. Namun, sejarah menunjukkan bahwa euforia memecoin selalu kembali, hanya dengan bentuk dan proyek yang lebih selektif.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
