Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 21.45 WIB

Setelah Libra Rug Pull, Memecoin Akan Kembali Tapi Hanya Sedikit yang Bertahan

 

Doge, Shib, dan Bonk merupakan memecoin yang berhasil bertahan.

JawaPos.com – Memecoin, yang sempat merajai pasar kripto awal tahun ini, kini mengalami kemunduran drastis setelah serangkaian rug pull dan kegagalan peluncuran.

Namun, menurut pendiri CoinGecko, Bobby Ong, fenomena ini bukan akhir dari segalanya—memecoin hanya memasuki fase hibernasi sebelum nantinya kembali bangkit.

Dalam laporan yang dirilis pada 6 Maret, Ong menjelaskan bahwa setelah hype besar memecoin TRUMP yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump pada 18 Januari, antusiasme pasar justru anjlok menyusul skandal Libra (LIBRA).

Dilansir dari Cointelegraph, skandal ini memperlihatkan bagaimana insider memanfaatkan keuntungan sebelum harga token LIBRA runtuh hingga 94% dalam hitungan jam, dengan keuntungan lebih dari USD 107 juta (sekitar Rp 1,73 triliun).

"LIBRA menjadi paku terakhir di peti mati euforia memecoin. Banyak investor yang menyadari bahwa memecoin bukanlah peluncuran yang adil, melainkan didominasi oleh kelompok tertutup yang meraup keuntungan dari mayoritas investor lainnya," ujar Ong.

Dampak skandal ini langsung terasa di berbagai platform. Pump.fun, salah satu launchpad memecoin terbesar, mencatat penurunan aktivitas drastis setelah Libra rug pull.

Jumlah token baru dan token yang lulus tahap launchpad anjlok lebih dari 90% sejak puncaknya di Februari. Volume perdagangan mingguan Pump.fun merosot 63% dari Januari ke Februari.

Kapitalisasi pasar total memecoin turun dari USD 124 miliar (Rp 2.008,8 triliun) pada Desember ke USD 54 miliar (Rp 874,8 triliun).

Kontras dengan awal tahun, ketika peluncuran memecoin TRUMP membuat Pump.fun mencetak rekor volume perdagangan mingguan sebesar USD 3,3 miliar (Rp 53,4 triliun), kini pasar memecoin terasa jauh lebih lesu.

Memecoin Akan Kembali, Tapi Hanya Sedikit yang Bertahan

Meskipun kondisi pasar saat ini buruk, Ong menekankan bahwa memecoin adalah fenomena musiman. Seperti siklus sebelumnya, tren ini bisa bangkit kembali, tetapi mayoritas proyek akan gagal.

"Pasar kripto mungkin akan mengalami skenario ekstrem di mana 99,99% memecoin akan gagal, dan hanya beberapa yang tetap bertahan," jelas Ong.

Beberapa memecoin yang telah melewati berbagai siklus pasar dan tetap eksis adalah Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB), dan Bonk (BONK). Keberhasilan mereka dapat menjadi referensi bagi proyek memecoin di masa depan yang ingin bertahan lebih lama di pasar.

Di sisi lain, laporan dari Santiment, platform analitik on-chain, menyebutkan bahwa dengan meredanya hype memecoin, pasar kripto kini mulai kembali fokus ke Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan proyek layer-1 lainnya. Hal ini bisa menjadi indikasi transisi ke fase pasar yang lebih sehat, di mana investor lebih banyak beralih ke aset dengan fundamental lebih kuat.

Dengan kejatuhan LIBRA dan anjloknya kapitalisasi pasar memecoin, tren ini memang terlihat melemah. Namun, sejarah menunjukkan bahwa euforia memecoin selalu kembali, hanya dengan bentuk dan proyek yang lebih selektif.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore