
Ada 10 makanan yang baik dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan pencernaan.
JawaPos.com - Sistem pencernaan di usus tak hanya menjadi tempat memroses makanan dan minuman yang telah dikonsumsi. Tapi bisa jadi sumber penyakit jika sistem pencernaan tak dijaga kesehatannya.
Sistem pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, esofagus, lambung, usus halus dan usus besar, hati, pankreas, kantung empedu, dan anus. Pencernaan sendiri itu penting karena tubuh membutuhkan nutrisi dari makanan dan minuman untuk bekerja dengan baik dan tetap sehat.
"Sistem pencernaan akan memecah nutrisi menjadi bagian-bagian yang cukup kecil bagi tubuh untuk diserap dan digunakan untuk energi, pertumbuhan, dan perbaikan sel. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat," kata Ahli Kesehatan Masyarakat dari FibreFirst, Nourmatania Istiftiani kepada JawaPos.com, Kamis (27/2).
Maka bagaimana caranya agar pencernaah kita tetap sehat?
1. Kunyah Makanan yang Tepat
Sistem pencernaan kita dimulai ketika makanan masuk ke dalam mulut. Gigi akan memecah makanan yang kita konsumsi menjadi potongan yang lebih kecil dan mudah untuk dicerna.
Proses ini dikenal juga sebagai pencernaan mekanik. Ketika kita mengunyah makanan, kelenjar saliva (air liur) akan memproduksi air liur, dan semakin lama kita mengunyah makanan, semakin banyak juga air liur yang akan diproduksi. Air liur mengandung enzim yang membantu untuk memecah karbohidrat dan lemak yang ada dalam makanan. Ketika makanan dikunyah dengan baik, nutrisi dari makan juga dapat diserap lebih optimal dan mencegah gangguan pencernaan seperti heartburn.
2. Batasi Makanan Tinggi Lemak
Makanan yang tinggi lemak akan lebih lambat dan lebih sulit dicerna oleh tubuh, sehingga berisiko menyebabkan konstipasi. Konsumsi ayam atau unggas dan ikan lebih sering, dan batasi konsumsi daging merah (seperti daging sapi, kambing) serta daging olahan seperti daging kalengan. Tapi bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi lemak. Tubuh tetap membutuhkan asupan lemak.
Kita dapat memilih makanan yang mengandung lemak baik (seperti asam lemak omega 3). Seperti chia seed, ikan salmon, ikan makarel, dan kacang almond. Konsumsi asam lemak omega 3 dapat mengurangi peradangan dan mencegah penyakit radang usus.
3. Konsumsi Cukup Cairan
Saat tubuh kita kekurangan cairan, proses pencernaan juga dapat terhambat, yang dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi. Disarankan untuk mengonsumsi 2,3L-2,5L cairan per hari untuk memenuhi kebutuhan cairan.
Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein karena minuman tersebut bersifat diureti. Sehingga akan meningkatkan produksi urin dan tubuh berisiko mengalami kekurangan cairan.
4. Makan Perlahan
Ketika kita makan, otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal rasa kenyang dari sistem pencernaan. Jika kita makan terburu-buru, kita menjadi makan berlebihan, kemudian timbul gas berlebihan, kembung, dan masalah pencernaan.
Selain itu, ketika kita makan sambil menonton televisi atau bermain handphone, fokus kita juga mudah teralihkan sehingga berisiko makan berlebihan. Penelitian menunjukkan ketika kita fokus makan, gejala Irritable bowel syndrome dapat berkurang.
5. Kelola stres
Stres berhubungan langsung dengan sistem pencernaan kita. Saat kita sedang stres, aliran darah dan energi ke sistem pencernaan akan berkurang. Tubuh akan merespon stres dengan memperlambat proses pencernaan.
Tingkat stres memiliki dampak negatif untuk sistem pencernaan, dan berhubungan dengan kejadian konstipasi, diare, serta Irritable bowel syndrome. Untuk mengurangi tingkat stres, kita dapat melakukan meditasi atau mencari kegiatan lain yang dirasa menghibur.
6. Tidak merokok dan Mengonsumsi Alkohol
Merokok akan meningkatkan risiko hingga 2 kali lipat untuk megalami acid reflux atau asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Jadi jika ingin pencernaan tetap sehat, sebaiknya berhenti atau mengurangi rokok.
Selain berhubungan acid reflux, merokok juga dapat menyebabkan luka pada lambung hingga kanker lambung. Begitu juga dengan konsumsi alkohol yang ternyata akan meningkatkan produksi asam lambung yang dapat menyebabkan heartburn, acid reflux, hingga perdarahan di saluran pencernaan.
7. Konsumsi Cukup Serat
Serat memang sudah dikenal sebagai makanan yang baik untuk pencernaan. Konsumsi cukup serat akan menarik air dan memberi massa pada feses, sehingga feses akan lebih lunak dan lebih mudah untuk dikeluarkan. Ketika feses tidak berada di dalam tubuh terlalu lama, paparan tubuh dengan zat yang tidak diperlukan dan toksin yang ada di feses akan lebih singkat. Hal tersebut biasa disebut dengan detoksifikasi atau detoks saja.
Alangkah baiknya jika membiasakan diri untuk detoks harian agar sistem pencernaan bersih dan sehat. Selain itu, beberapa sumber serat, seperti inulin, juga dapat berfungsi sebagai prebiotik yang akan menyeimbangkan koloni bakteri di sistem pencernaan. Prebiotik akan menjadi makanan bagi bakteri baik yang ada di pencernaan dan membantu meningkatkan kesehatan pencernaan kita.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022