Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Oktober 2026 | 23.38 WIB

Tak Ingin Wajah Berubah Drastis usai Treatment? Ini Saran Dokter Kecantikan

Ilustrasi perawatan kecantikan. (Pinterest) - Image

Ilustrasi perawatan kecantikan. (Pinterest)

JawaPos.com - Perawatan kecantikan menjadi salah satu pilihan untuk menjaga penampilan dan mengatasi berbagai masalah kulit. Namun, sebagian orang mungkin khawatir wajahnya justru berubah terlalu jauh setelah menjalani treatment. 

Karena itu, menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan mempertimbangkan hasil yang diinginkan menjadi hal penting sebelum mengambil tindakan.

Aesthetic Doctor of MyClinic, dr. Clarissa Nathasia, mengatakan, pendekatan perawatan estetika sebaiknya tidak bertujuan mengubah karakter wajah seseorang secara berlebihan. Menurut dia, perawatan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan proporsi wajah agar hasilnya tetap terlihat natural.

"Kita itu nggak mau mengubah wajah seseorang sampai kayak dipermak, kayak pas begitu dia kelihatan banget bedanya. Kita itu mengusung tema natural. Jadi, dengan natural itu artinya kita memberikan proporsi yang seimbang ke wajah," ujar dr. Clarissa saat Grand Launching MyClinic di Jakarta, Sabtu (10/10).

MyClinic sendiri resmi memperluas jangkauannya ke Indonesia melalui pembukaan klinik pertamanya di Jakarta pada 10 Oktober 2026. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya membawa pendekatan perawatan estetika yang dikembangkan di Malaysia ke pasar Indonesia.

Dia menjelaskan, pendekatan tersebut menitikberatkan pada upaya memperbaiki penampilan tanpa menghilangkan karakter alami wajah. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah menjaga proporsi agar hasil perawatan tidak terlihat berlebihan.

Meski demikian, menurut dr. Clarissa, tidak ada satu jenis treatment yang bisa diterapkan kepada semua pasien dengan hasil yang sama. Kondisi kulit, usia, serta kebutuhan setiap orang perlu dinilai terlebih dahulu sebelum dokter menentukan tindakan.

"Kita balikin lagi sebenarnya ke usia pasien. Terus kita akses juga kulitnya gimana," jelasnya.

Dia mencontohkan, dua pasien yang memiliki keluhan penuaan kulit belum tentu membutuhkan jenis perawatan yang sama. Ada pasien yang mungkin memerlukan tindakan tertentu dalam jumlah terbatas, sementara pasien lainnya bisa saja membutuhkan pendekatan berbeda.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore