
Para pembicara dalamThe 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026. (IST)
JawaPos.com – Artificial intelligence (AI) menjadi salah satu kemajuan teknologi yang sangat membantu tindakan medis dalam bidang neuroscience. Tapi tidak menggantikan peran dokter.
Chairman The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 Prof. Yusak Mangara Tua Siahaan, mengungkapkan, perkembangan neuroscience telah mengubah pendekatan dalam menangani berbagai gangguan saraf. AI, robotik, dan sistem navigasi semakin banyak digunakan dalam tindakan bedah saraf.
Salah satunya melalui Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), teknologi yang memungkinkan dokter memberikan stimulasi secara lebih terarah pada area otak tertentu untuk membantu pasien dengan gangguan komunikasi atau afasia.
“Dengan alat yang namanya TMS, itu bisa menghasilkan yang tadinya tidak bisa berkomunikasi menjadi lebih baik,” ujar Prof Yusak dalam The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026.
“Bukan dengan obat-obatan, tapi dengan presisi tepat pada area yang mau dicapai itu,” lanjut Yusak.
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga membuka peluang baru bagi pasien stroke yang mengalami gangguan komunikasi. Teknologi Brain-Computer Interface (BCI) yang dikombinasikan dengan AI dapat dikembangkan untuk membantu menerjemahkan aktivitas pasien yang kesulitan menyampaikan keinginannya.
“Penggunaan Brain-Computer Interface untuk menolong orang stroke itu harus dikolaborasi dengan AI, supaya akhirnya AI bisa menemukan ya bagaimana cara orang mau berbicara gitu, apa keinginan orang,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Julius July menjelaskan pemanfaatan teknologi membantu dokter memperoleh gambaran yang lebih detail. Termasuk hal-hal yang tidak dapat dilihat secara langsung, sehingga tindakan dapat dilakukan dengan lebih presisi.
“Kehadiran teknologi ini menjadi satu acuan yang mendampingi kami sehingga segala sesuatu yang kita tidak bisa lihat langsung dengan mata, walaupun dengan bantuan mikroskop dan sebagainya. Sekarang dengan bantuan teknologi menjadikan tindakan kepada pasien lebih optimal,” ungkapnya.
Salah satu penerapannya terlihat pada teknik endoskopi yang memungkinkan operasi bedah saraf dilakukan melalui lubang kecil berukuran sekitar 2 hingga 2,5 sentimeter. Teknik tersebut dapat mengurangi trauma pada pasien dan mendukung proses pemulihan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022