Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 05.03 WIB

Mengenal SkinSignal: Teknologi Analisis Mikrobioma Kulit DNA

Ilustrasi teknologi yang membaca profil Mikrobioma kulit berbasis DNA. (Dok. Regene) - Image

Ilustrasi teknologi yang membaca profil Mikrobioma kulit berbasis DNA. (Dok. Regene)

JawaPos.com - Teknologi berbasis DNA kini tidak hanya digunakan untuk melihat informasi genetik seseorang. Regene Genomics memperluas pemanfaatannya ke mikrobioma kulit melalui SkinSignal, solusi analisis yang memberikan gambaran mengenai komunitas mikroorganisme berdasarkan sampel kulit.

SkinSignal menganalisis 14 mikroorganisme yang terdapat pada sampel yang diperiksa. Hasilnya kemudian dikelompokkan ke dalam empat kategori yang disebut The Four Pillars, yakni Barrier-supporting Group, Sebum-adapted Group, Pro-inflammatory Group, dan Fungal Indicator.

Selain empat kelompok tersebut, hasil analisis dilengkapi SkinSignal Barrier Index. Indeks ini dikembangkan berdasarkan metodologi SkinSignal untuk melengkapi interpretasi terhadap profil mikrobioma kulit.

CEO Regene Genomics Vichi Lestari mengatakan, teknologi tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik biologis setiap individu.

“Kami percaya bahwa setiap individu memiliki karakteristik kulit yang berbeda, sehingga pendekatan perawatannya pun tidak selalu dapat disamaratakan,” kata Vichi dalam keterangannya, Jumat (18/9).

Dari Analisis DNA ke Mikrobioma

SkinSignal menjadi bagian dari pengembangan Regene. Jika analisis genomik memberikan informasi mengenai faktor genetik seseorang, analisis mikrobioma melihat komunitas mikroorganisme yang hidup pada tubuh. Dengan demikian, keduanya memberikan jenis informasi biologis yang berbeda.

Pendekatan tersebut memungkinkan data mengenai mikrobioma digunakan sebagai pelengkap untuk memahami karakteristik biologis seseorang. Dalam konteks SkinSignal, informasi yang dianalisis secara khusus berkaitan dengan mikrobioma kulit.

Meski menggunakan pendekatan berbasis DNA, SkinSignal bukan alat diagnosis medis. Regene menjelaskan bahwa produk tersebut tidak ditujukan untuk mendiagnosis penyakit, infeksi, maupun kondisi medis tertentu.

Hasil analisis juga merepresentasikan profil berdasarkan sampel yang diperiksa pada waktu tertentu. Karena itu, hasilnya tidak menggantikan pemeriksaan maupun evaluasi medis oleh tenaga kesehatan.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore