Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2026 | 06.04 WIB

Wujudkan Nol Kematian pada 2030, Kenali Tanda Bahaya DBD, Jangan Lengah saat Demam Turun

ILUSTRASI anak dengan infus karena DBD. (JawaPos.com) - Image

ILUSTRASI anak dengan infus karena DBD. (JawaPos.com)

JawaPos.com – Ancaman kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) masih terus terjadi. Sehingga penting untuk mengenali tanda bahaya DBD terlebih ketika demam turun.

Angka kasus dan kematian DBD yang terus meningkat, perlu diwaspadai oleh masyarakat. Pasalnya, DBD masih ditemukan di berbagai wilayah dan dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, tempat tinggal, maupun gaya hidup. Penyakit ini juga tidak hanya muncul pada musim hujan, sehingga kewaspadaan perlu dijaga sepanjang tahun.

Diungkapkan dr. Gia Pratama Putra, pasien DBD biasanya datang dengan gejala awalnya terlihat seperti demam biasa yang sulit dibedakan dengan demam biasa, Tetapi kondisinya dapat berubah dengan cepat. 

“Yang membuat dengue berbahaya adalah ketika keluarga merasa demamnya sudah membaik, padahal justru pada fase tertentu kondisi pasien bisa memburuk cepat. Karena itu, keluarga perlu memantau kondisi pasien dengan cermat,” ujar dr. Gia baru-baru ini.

Dipaparkan dr. Gia, jika merasakan atau melihat keluarga memiliki tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh terasa sangat lemas, gelisah, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan.

Sebab, penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat. 

“Di IGD kami bekerja menyelamatkan pasien ketika dengue sudah menjadi berat. Tetapi kemenangan terbesar sebenarnya terjadi jauh sebelum pasien sampai ke IGD,” sambungnya.

Targetkan Nol Kematian pada 2030

Indonesia sendiri menargetkan Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030. Berbagai langkah pun dilakukan, mulai dari proses penyusunan Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029 hingga pentingnya deteksi dini.

Penurunan risiko kematian membutuhkan deteksi kasus secara dini, akses terhadap pelayanan medis dan tata laksana yang tepat, serta rujukan yang cepat bagi pasien dengan tanda bahaya atau kondisi berat. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore