
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman di Indonesia.
JawaPos.com - Beban ekonomi akibat penyakit dengue di Indonesia diperkirakan mencapai hampir Rp 9 triliun sepanjang 2024. Temuan studi dari Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menegaskan bahwa penguatan upaya pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan dampak kesehatan sekaligus kerugian ekonomi karena dengue.
Penelitian yang dipaparkan Dr. Diah Ayu Puspandari, M.Kes., MBA., Apt., menunjukkan total beban ekonomi dengue pada 2024 mencapai USD 550,9 juta atau hampir Rp 9 triliun. Menurutnya, kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum sepenuhnya membebaskan pasien dari beban biaya selama menjalani pengobatan.
"Pasien JKN masih harus mengeluarkan biaya mandiri rata-rata Rp 1,1–1,3 juta saat menghadapi sebuah periode sakit akibat dengue untuk kebutuhan nonmedis seperti transportasi dan akomodasi pendamping, di luar hilangnya produktivitas. Sementara bagi pasien yang tidak memiliki asuransi, biayanya melonjak drastis hingga Rp4,3–5,6 juta karena seluruh biaya perawatan medis harus ditanggung sendiri," ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/7).
Studi tersebut juga menyoroti bahwa beban ekonomi paling berat dirasakan kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Selain biaya pengobatan, keluarga juga harus menghadapi pengeluaran tak terduga dan kehilangan pendapatan selama anggota keluarga menjalani perawatan.
Kondisi itu dinilai menunjukkan bahwa dengue bukan lagi sekadar persoalan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memicu kemiskinan baru dan memperlebar ketimpangan ekonomi.
Di sisi lain, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), mengatakan dampak dengue tidak hanya terlihat dari biaya rumah sakit, tetapi juga dari menurunnya produktivitas keluarga.
"Pada saat salah satu anak terserang infeksi dengue dan perlu perawatan di rumah sakit, maka orang tua harus mendampingi sehingga kehilangan waktu untuk bekerja dan mengurangi produktivitas. Demikian pula jika orang tua yang sakit, keluarga harus merawat dan dapat mengganggu suasana dan ekonomi keluarga. Maka dapat dikatakan bahwa selain biaya perawatan dan pengobatan yang harus dikeluarkan, dampak lain yang tidak tampak adalah terganggunya produktivitas; apalagi untuk pemulihan dari infeksi dengue perlu waktu yang cukup lama sekitar 1-2 minggu," jelas Prof. Sri.
Sejalan dengan hal tersebut, studi UGM menunjukkan hilangnya produktivitas menjadi salah satu komponen terbesar dari beban ekonomi dengue. Pada kelompok peserta JKN, kerugian akibat hilangnya waktu produktif mencapai USD 115 juta atau sekitar Rp 1,81 triliun sepanjang 2024. Sementara pada kelompok non-JKN, kerugian produktivitas diperkirakan mencapai USD 47,8 juta atau sekitar Rp 755,2 miliar.
Karena itu, Prof. Sri menilai pengendalian dengue tidak bisa lagi hanya mengandalkan gerakan 3M Plus. Menurutnya, dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui pengendalian vektor nyamuk, penguatan diagnosis dini di fasilitas kesehatan, serta pemanfaatan intervensi medis seperti vaksinasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
