
Ilustrasi pasien obesitas. (ist)
JawaPos.com - Obesitas pada perempuan tidak hanya meningkatkan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Kondisi ini berisiko menyebabkan gangguan siklus menstruasi, ovulasi, infertilitas, hingga meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan.
"Obesitas bisa memengaruhi berbagai aspek kesehatan dan menurunkan kualitas hidup. Bahkan pada perempuan, obesitas bukan hanya meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, tapi juga berisiko memengaruhi kesehatan reproduksi," ujar Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Cynthia Agnes Susanto, BMedSc, Sp.OG, dalam diskusi media bertajuk The Missing Conversation: Weight and Women's Health yang diselenggarakan Novo Nordisk Indonesia di Jakarta, Kamis (30/7).
"Mulai dari gangguan siklus menstruasi dan ovulasi, meningkatnya risiko infertilitas dan komplikasi pada kehamilan," sambungnya.
Oleh karena itu, dr. Cynthia menilai bahaa obesitas perlu dipandang sebagai penyakit kronis yang membutuhkan penanganan komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu sesuai evaluasi dokter.
Menurutnya, salah satu contoh hubungan erat antara obesitas dan kesehatan reproduksi adalah Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS) yang sebelumnya dikenal sebagai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Perubahan nama tersebut mencerminkan pemahaman bahwa kondisi ini bukan hanya berkaitan dengan ovarium, melainkan juga gangguan endokrin dan metabolik yang kompleks.
PMOS menjadi penyebab tersering gangguan ovulasi. Sekitar 35–50 persen perempuan dengan kondisi tersebut juga mengalami obesitas, yang dapat memperparah gejala sekaligus meningkatkan risiko komplikasi reproduksi maupun metabolik.
"Pada sebagian perempuan, obesitas bisa memperburuk gejala dan dampak metabolik PMOS. Sementara perubahan hormonal dan metabolik yang berkaitan dengan PMOS juga bisa membuat pengelolaan berat badan menjadi lebih menantang," jelas dr. Cynthia.
Ia menegaskan obesitas perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya dapat dirasakan sejak usia remaja hingga masa pascamenopause. Di Indonesia sendiri, sekitar satu dari empat orang dewasa hidup dengan obesitas. Prevalensi obesitas pada perempuan juga lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yakni 36,4 persen berbanding 24,4 persen.
Dalam kesempatan yang sama, Novo Nordisk Indonesia menyoroti bahwa pengelolaan obesitas kini dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang dipersonalisasi, meliputi perubahan gaya hidup, dukungan psikologis, terapi farmakologis sesuai indikasi medis, hingga bedah bariatrik pada pasien tertentu. Perubahan gaya hidup tetap menjadi fondasi utama yang dapat dilengkapi dengan terapi medis sesuai penilaian dokter.
Salah satu terapi yang kini berkembang adalah GLP-1 receptor agonist (GLP-1 RA), yang bekerja pada mekanisme biologis pengatur rasa lapar dan kenyang di otak. Sesuai indikasi medis, terapi ini dapat membantu pengelolaan berat badan sebagai pelengkap perubahan gaya hidup, sekaligus mendukung quality weight loss dengan menurunkan massa lemak sambil mempertahankan massa otot serta berpotensi mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga 20 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022