
Ilustrasi anak obesitas. (freepik)
JawaPos.com - Setiap anak berhak tumbuh sehat dan meraih masa depan terbaiknya. Pada momentum Hari Anak Nasional tahun 2026, komitmen bersama untuk memperkuat kesehatan anak menjadi semakin penting, terutama di tengah meningkatnya prevalensi obesitas serta kebutuhan akan akses perawatan yang optimal bagi anak dengan diabetes tipe 1.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan hampir 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Tidak hanya itu, International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan 1 dari 3 orang di Indonesia yang memiliki diabetes tipe 1 di Indonesia adalah anak-anak dan remaja.
Oleh karena itu, penguatan upaya pencegahan sejak dini dan ekosistem layanan kesehatan yang berkualitas menjadi kunci dalam meningkatkan kesehatan anak, khususnya untuk mengatasi obesitas dan diabetes tipe 1.
Baca Juga:Tiga Dekade Setelahnya, Mantan Presiden Sega Ungkap Alasan Menyelamatkan Nvidia yang Nyaris Gagal
Dokter Spesialis Anak yang juga Project Leader Changing Diabetes in Children (CDIC), dr. Aman Bhakti Pulungan menekankan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan diabetes tipe 1 pada anak masih terletak pada keterlambatan diagnosis akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala penyakit tersebut.
"Diabetes tipe 1 pada anak masih sering terlambat dikenali karena gejalanya kerap disalahartikan sebagai penyakit lain. Padahal, diagnosis dan penanganan yang tepat sejak dini sangat menentukan kualitas hidup anak serta membantu mencegah komplikasi yang mengancam jiwa," ujar dr. Aman, Kamis (23/7).
Menurutnya, pasien anak dengan diabetes tipe 1 memerlukan perawatan seumur hidup melalui terapi insulin, pemantauan gula darah secara rutin, serta dukungan layanan kesehatan yang berkesinambungan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Di Indonesia, CDIC hadir sejak 2021 dan dijalankan melalui kolaborasi Novo Nordisk Indonesia, Kementerian Kesehatan RI, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Baca Juga:AI Mulai Bertindak Sendiri, OpenAI Ungkap Insiden Peretasan Otonom yang Guncang Industri Teknologi
Kemitraan ini berupaya memperkuat layanan diabetes tipe 1 bagi anak melalui empat pilar utama, yaitu edukasi pasien, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, perluasan akses layanan diabetes dan insulin, serta dukungan terhadap pemantauan diabetes.
"Kami membantu menyediakan perawatan diabetes bagi anak-anak dan remaja dengan diabetes tipe 1 yang tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah," ungkap dr. Aman.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
