
Mantan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang (tengah), Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, serta Mayjen TNI Trenggono. (Istimewa)
JawaPos.com - Pengunduran diri Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang karena akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri menyoroti pengaruh stres terhadap pasien penyakit jantung. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Gagal Jantung dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP(K) mengatakan, stres dan kelelahan memang dapat memperberat kondisi pasien yang sudah memiliki penyakit jantung, meski bukan menjadi penyebab utamanya.
Menurut dr. Susetyo, seseorang yang telah didiagnosis menderita penyakit jantung koroner maupun gagal jantung memang lebih rentan mengalami kekambuhan gejala ketika menghadapi tekanan pekerjaan yang tinggi atau kelelahan.
"Betul, menurut saya terlepas dari saya pribadi tidak mengerti jenis penyakit jantungnya (Nanik), tapi seseorang yang sudah mengalami kondisi jantung, khususnya penyakit jantung koroner atau gagal jantung, memang sangat terpacu oleh high stress occupation atau pekerjaan dengan tingkat stres tinggi, dan juga fatigue atau kelelahan. Itu memicu atau memperberat, tetapi bukan sebagai sumber penyebab," ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/7).
Ia menjelaskan, penyebab utama penyakit jantung umumnya merupakan gabungan dari berbagai faktor risiko. Namun, setelah seseorang mengalami penyakit jantung, stres maupun kelelahan dapat memicu munculnya keluhan yang lebih sering.
Pada pasien penyakit jantung koroner, misalnya, stres dapat membuat nyeri dada (chest pain) muncul lebih sering. Sementara pada pasien gagal jantung, kelelahan dapat memicu sesak napas menjadi lebih mudah terjadi.
"Kalau kita sudah mengenai penyakit jantung koroner, ketika kita stres atau lebih kecapekan, biasanya chest pain-nya akan lebih sering. Kalau gagal jantung, dia akan lebih mudah sesak kalau stres atau terutama kecapekan," jelasnya.
dr. Susetyo juga menerangkan bahwa saat seseorang mengalami stres, pembuluh darah akan mengalami penyempitan (vasokonstriksi) sebagai respons alami tubuh. Pada orang sehat, mekanisme tersebut membantu tubuh lebih sigap menghadapi situasi tertentu.
Namun, pada pasien yang telah memiliki penyempitan pembuluh darah akibat penyakit jantung koroner, kondisi tersebut justru dapat mempersempit aliran darah ke jantung sehingga memicu nyeri dada.
"Kalau penyakit jantung koroner biasanya dia terpacu banget oleh stres atau kelelahan. Tapi kalau gagal jantung umumnya karena kelelahan. Tapi sekali lagi saya tidak mengetahui beliau mengalami kondisi jantung apa, sehingga saya tidak bisa mengaitkannya secara spesifik," katanya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
