Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 05.10 WIB

Gerindra Tepis Pengunduran Diri Nanik S. Deyang dari Jabatan Kepala BGN Terkait Masalah Hukum

Nanik S. Deyang resmi menjadi kepala BGN setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin sore (8/6). Dia berjanji bakal efisien menggunakan anggaran MBG. (BPMI Setpres) - Image

Nanik S. Deyang resmi menjadi kepala BGN setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin sore (8/6). Dia berjanji bakal efisien menggunakan anggaran MBG. (BPMI Setpres)

JawaPos.com - Partai Gerindra memastikan pengunduran diri Nanik S. Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memiliki kaitan dengan perkara dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana. Keputusan tersebut diambil karena Nanik ingin memusatkan perhatian pada proses pengobatan yang sedang dijalaninya.

"Ibu Nanik kan sudah menyampaikan ya, soal alasan kenapa beliau mengundurkan diri, terkait soal sedang sakit, terus kemudian ingin fokus melakukan pengobatan," kata juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7).

Ia menepis anggapan yang mengaitkan mundurnya Nanik dengan persoalan lain, termasuk dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi yang terjadi di BGN pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana. Ia memastikan, keputusan tersebut murni dilatarbelakangi kondisi kesehatan.

"Karena memang beliau ingin konsentrasi terhadap apa namanya, pengobatan beliau," tegasnya.

Ia menyebut, Nanik membutuhkan waktu yang cukup untuk menjalani pengobatan jantung yang dideritanya sehingga memilih melepaskan jabatannya agar dapat fokus memulihkan kondisi kesehatannya. Terlebih, Nanik dikabarkan bakal menjalani pengobatan di luar negeri.

"Karena saya dengar berobatnya tidak hanya di dalam negeri, dalam rangka itu barangkali kemudian Ibu Nanik meminta untuk pengunduran diri dan sudah disampaikan kepada Presiden," ucapnya.

Selain faktor kesehatan, Bahtra menilai besarnya tanggung jawab yang melekat pada jabatan Kepala BGN turut menjadi pertimbangan Nanik. Ia menekankan, BGN saat ini tengah menjalani proses pembenahan sehingga membutuhkan pemimpin dengan kondisi kesehatan yang baik.

"Ya memang kan apalagi kan BGN kan sedang fokus pembenahan ya. Tentu juga dibutuhkan energi yang besar dalam rangka mengurus atau mengelola BGN ini," jelasnya.

Karena itu, ia menilai keputusan Nanik merupakan langkah yang tepat agar proses pembenahan di BGN tetap berjalan optimal.

"Maka dalam rangka itu mungkin Ibu Nanik punya pertimbangan karena ingin fokus untuk pengobatan, sehingga beliau melakukan pengunduran diri," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore