
Ilustrasi layanan kesehatan di luar negeri jadi terasa lebih mahal seiring pelemahan Rupiah, dolar AS jadi makin mahal. (Istimewa)
JawaPos.com – Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai bisa menjadi momentum bagi rumah sakit di Indonesia untuk menarik masyarakat kelas menengah atas yang selama ini memilih berobat ke luar negeri. Sayangnya, kondisi tersebut juga diiringi berbagai tantangan di sektor kesehatan nasional, mulai dari ketergantungan impor alat kesehatan hingga minimnya dokter spesialis.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bima Yudhistira mengatakan, minat masyarakat kelas atas untuk berobat ke luar negeri masih tinggi karena adanya kesenjangan kualitas layanan kesehatan dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
"Emang minat untuk ke luar negeri itu sebenarnya masih cukup tinggi di kelompok yang paling atas. 20 persen kelompok masyarakat yang paling atas karena masih ada gap kualitas dari sisi kesehatan kan dibandingkan di luar negeri, misalkan yang terdekat Malaysia, Penang gitu ya, Singapura," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (19/5).
Namun begitu, Bima menilai pelemahan rupiah justru bisa membuat kelompok menengah mempertimbangkan ulang rencana berobat ke luar negeri. Pasalnya, dengan lemahnya rupiah, biaya kesehatan di luar negeri terasa semakin mahal, termasuk tiket penerbangan.
“Nah, sementara yang yang kelompok menengah itu mungkin ada pertimbangan soal pelemahan rupiah, sehingga rupiah membuat mereka banyak yang menunda untuk bepergian ke fasilitas kesehatan yang ada di luar negeri gitu kan. Apalagi juga biaya tiket penerbangan,” katanya.
Ia menyebut kondisi ini sebenarnya bisa menjadi peluang bagi rumah sakit dalam negeri untuk menarik pasien yang biasanya berobat ke luar negeri.
“Ini sebenarnya potensi sih untuk mengambil yang yang menengah ke atas lah gitu ya, untuk bisa banyak berobat ke dalam negeri,” lanjutnya.
Meski demikian, Bima menilai rumah sakit di Indonesia juga menghadapi tantangan besar akibat tingginya ketergantungan impor.
“Tapi kita juga punya masalah juga gitu, salah satunya kan farmasi itu 90% bahan baku obat-obatan impor,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
