Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Mei 2026 | 03.03 WIB

Label Nutri-Level Resmi Mulai Diterapkan di Minuman, Menkes Budi Targetkan Jadi Gerakan FOMO yang Sehat

 

Kementerian Kesehatan resmi menerapkan label nutri-level di kemasan minuman. (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pencantuman label Nutri-Level pada minuman siap saji mulai diterapkan di Indonesia. Hal itu dilakukan setelah sejumlah brand minuman meneken perjanjian kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menargetkan kebijakan pencantuman label nutri-level ini bisa menjadi gerakan gaya hidup sehat yang bersifat FOMO di kalangan masyarakat, khususnya anak muda.

“Cara yang paling bagus adalah jadikan ini the new lifestyle. Jadikan ini FOMO ya. Jadikan bahwa hidup sehat is cool,” kata Budi dalam peluncuran implementasi label Nutri-Level di Lippo Mal Nusantara, Selasa (12/5).

Dalam tahap awal, kebijakan ini diketahui menyasar usaha siap saji skala besar dan belum diterapkan pada pelaku UMKM seperti warteg, gerobak makanan, maupun restoran kecil sederhana.

Melalui aturan tersebut, berbagai minuman berpemanis siap saji seperti boba, teh tarik, kopi susu aren, hingga jus diwajibkan mencantumkan informasi kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) dalam bentuk label Nutri-Level pada media informasi penjualan.

Label dapat dicantumkan di daftar menu, kemasan eceran, brosur, spanduk, aplikasi pemesanan elektronik, leaflet, maupun media informasi lainnya.

Empat Kategori Label Gizi

Nutri-Level dibagi menjadi empat kategori, yakni Level A berwarna hijau tua, Level B hijau muda, Level C kuning, dan Level D merah. Semakin rendah levelnya, semakin rendah pula kandungan gula, garam, dan lemak di dalam produk tersebut.

Dua brand minuman yang mulai menerapkan label tersebut adalah Fore Coffee dan Xing Fu Tang.

Menkes Ingin Hidup Sehat Jadi Tren Anak Muda

Budi mengatakan kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan Healthy Adjusted Life Expectancy (HALE) dari 60 tahun menjadi 65 tahun.

Menurutnya, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih berkaitan erat dengan tingginya kasus stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan diabetes di Indonesia.

“Karena gula, garam, lemak itu sangat berpengaruh by scientific proof untuk stroke, jantung, ginjal,” ujarnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore