Kementerian Kesehatan resmi menerapkan label nutri-level di kemasan minuman. (Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pencantuman label Nutri-Level pada minuman siap saji mulai diterapkan di Indonesia. Hal itu dilakukan setelah sejumlah brand minuman meneken perjanjian kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menerapkan kebijakan tersebut.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menargetkan kebijakan pencantuman label nutri-level ini bisa menjadi gerakan gaya hidup sehat yang bersifat FOMO di kalangan masyarakat, khususnya anak muda.
“Cara yang paling bagus adalah jadikan ini the new lifestyle. Jadikan ini FOMO ya. Jadikan bahwa hidup sehat is cool,” kata Budi dalam peluncuran implementasi label Nutri-Level di Lippo Mal Nusantara, Selasa (12/5).
Baca Juga:Bisa Sebabkan Obesitas, Mengenal Food Noise yang Bikin Susah Berhenti Makan dan Cara Mengatasinya
Dalam tahap awal, kebijakan ini diketahui menyasar usaha siap saji skala besar dan belum diterapkan pada pelaku UMKM seperti warteg, gerobak makanan, maupun restoran kecil sederhana.
Melalui aturan tersebut, berbagai minuman berpemanis siap saji seperti boba, teh tarik, kopi susu aren, hingga jus diwajibkan mencantumkan informasi kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) dalam bentuk label Nutri-Level pada media informasi penjualan.
Label dapat dicantumkan di daftar menu, kemasan eceran, brosur, spanduk, aplikasi pemesanan elektronik, leaflet, maupun media informasi lainnya.
Empat Kategori Label Gizi
Nutri-Level dibagi menjadi empat kategori, yakni Level A berwarna hijau tua, Level B hijau muda, Level C kuning, dan Level D merah. Semakin rendah levelnya, semakin rendah pula kandungan gula, garam, dan lemak di dalam produk tersebut.
Dua brand minuman yang mulai menerapkan label tersebut adalah Fore Coffee dan Xing Fu Tang.
Menkes Ingin Hidup Sehat Jadi Tren Anak Muda
Budi mengatakan kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan Healthy Adjusted Life Expectancy (HALE) dari 60 tahun menjadi 65 tahun.
Menurutnya, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih berkaitan erat dengan tingginya kasus stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan diabetes di Indonesia.
“Karena gula, garam, lemak itu sangat berpengaruh by scientific proof untuk stroke, jantung, ginjal,” ujarnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
