
ilustrasi diabetes
JawaPos.com – Indonesia dihadapkan dengan masalah diabetes yang terus meningkat tiap tahunnya. Pada 2024, penderita diabetes mencapai 20,4 juta orang dan menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia.
Tak hanya itu, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada 2023, prevalensi diabetes pada usia lebih dari 15 tahun mencapai 11,7 persen. Artinya, ada 30 juta penderita diabetes di Indonesia tetapi yang baru terdiagnosis antara 10-15 juta pasien DM.
Sehingga, peningkatan penderita diabetes tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut. Tapi mulai mulai menyerang orang berusia produktif hingga anak-anak. Disamping pola makan yang tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk risiko.
Berdasarkan data di atas, hal ini menjadikan diabetes sebagai salah satu tantangan masalah kesehatan terbesar. Kondisi ini menunjukkan, penanganan diabetes membutuhkan perhatian serius, bukan hanya dari pemerintah dan pelaku kesehatan tapi juga berbagai pihak.
Diungkapkan, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, dengan kasus yang terus meningkat, deteksi dini penting untuk dilakukan karena masih banyak kasus diabetes yang tidak terdiagnosis sejak awal.
Para pembicara dalam diskusi Kalbe Dukung Penanganan Diabetes melalui Kolaborasi Strategis baru-baru ini di Jakarta. (ist)
Caranya, ungkap Siti Nadia, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Ini bisa menjadi langkah penting dalam pencegahan. Risiko komplikasi pun dapat ditekan secara signifikan.
“Deteksi dini merupakan langkah penting dalam pengendalian diabetes. Dengan diagnosis yang lebih cepat, intervensi dapat dilakukan lebih optimal. Hal ini juga dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan harus terus dilakukan,” ungkapnya dalam diskusi Kalbe Dukung Penanganan Diabetes melalui Kolaborasi Strategis baru-baru ini di Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD, K-EMD, FINASIM., menyampaikan, selain deteksi dini, pemahaman masyarakat terhadap penyakit diabetes masih minim. Dikatakannya, diabetes bukan hanya tentang kadar gula darah, tetapi juga berkaitan dengan risiko komplikasi jangka panjang.
Oleh karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh. Pasien perlu memahami pentingnya pola hidup sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan. Edukasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan terapi. Dengan pengelolaan yang baik, pasien dapat tetap produktif.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
