
Ilustrasi perawatan kulit wajah. (Istimewa)
JawaPos.com–Tinggal di negara tropis seperti Indonesia membuat masyarakat akrab dengan paparan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Di balik manfaatnya, radiasi ultraviolet (UV) yang tinggi ibarat pisau bermata dua, bisa juga menjadi salah satu pemicu utama hiperpigmentasi, kondisi ketika kulit memproduksi melanin berlebih sehingga muncul bercak gelap atau warna kulit tidak merata.
Sejumlah kajian dermatologi menunjukkan bahwa karakteristik kulit Asia yang cenderung memiliki kandungan melanin lebih tinggi membuat respons terhadap inflamasi dan panas lebih kuat. Akibatnya, flek hitam, bekas jerawat, hingga melasma lebih mudah muncul dan sering kali sulit hilang sepenuhnya.
Buat yang belum tahu, hiperpigmentasi bukan hanya persoalan kosmetik. Kondisi ini bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari paparan sinar UV, perubahan hormonal, proses penuaan, hingga peradangan akibat jerawat atau luka.
Pada sebagian orang, kondisi tersebut berdampak pada rasa percaya diri, terutama ketika bercak muncul di area wajah. Menurut dr. Lanny Juniarti dari Miracle Aesthetic Clinic, setiap jenis hiperpigmentasi memerlukan pendekatan berbeda.
”Melasma, bekas jerawat, dan warna kulit tidak merata memiliki mekanisme yang berbeda. Karena itu, terapi tidak bisa disamakan,” ujar Lanny Juniarti melalui keterangannya.
Secara medis, hiperpigmentasi umumnya terbagi dalam beberapa kategori. Yakni post-inflammatory hyperpigmentation (PIH) berupa bercak gelap akibat peradangan, seperti bekas jerawat atau luka.
Lalu ada melasma, istilah pigmentasi yang dipengaruhi faktor hormonal dan sering memburuk akibat paparan panas dan lentigo atau freckles atau bintik kehitaman akibat akumulasi paparan sinar matahari jangka panjang.
Untungnya, dalam praktik dermatologi modern, penanganan hiperpigmentasi kini mengandalkan kombinasi terapi berbasis peeling kimia, teknologi laser, hingga radio frequency (RF).
Laser picosecond, misalnya, digunakan untuk memecah pigmen dengan energi cepat dan presisi tinggi. Sementara laser dengan panjang gelombang tertentu dapat menargetkan kemerahan akibat pembuluh darah yang rusak pasca inflamasi.
Pada kasus melasma, pendekatan berbasis gelombang radio dan microneedling dinilai lebih minim panas dibanding laser konvensional. Sehingga mengurangi risiko penggelapan ulang.
Selain tindakan berbasis energi, terapi topikal berbahan aktif seperti tranexamic acid, niacinamide, dan kojic acid juga kerap digunakan untuk membantu menstabilkan produksi melanin. Dr. Lanny menekankan bahwa evaluasi kondisi kulit menjadi tahap penting sebelum menentukan terapi.
”Tujuannya bukan hanya mencerahkan, tetapi memperbaiki kualitas kulit secara menyeluruh, tekstur, hidrasi, hingga elastisitasnya,” jelas Lanny Juniarti.
Dia mengingatkan bahwa hasil terapi hiperpigmentasi sangat bergantung pada perawatan lanjutan di rumah dan disiplin proteksi matahari. Penggunaan sunscreen dengan SPF memadai tetap menjadi langkah utama untuk mencegah pigmentasi kambuh.
Tanpa perlindungan yang konsisten, paparan UV dapat kembali mengaktifkan sel melanosit dan memicu bercak baru, bahkan setelah perawatan intensif. Selain itu, masyarakat diimbau berhati-hati menggunakan produk pencerah tanpa pengawasan medis.
Penggunaan bahan yang tidak terstandar justru dapat memicu iritasi dan memperparah kondisi kulit. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit mendorong sejumlah klinik estetika menghadirkan program edukasi tentang pigmentasi dan perawatan yang aman.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
