
ekomendasi gorengan enak di Surabaya yang bikin tak berhenti ngunyah (Pinterest/ Anhar A T)
JawaPos.com - Survei daring bertajuk Consumer Behaviour in Online Food Delivery yang dirilis Jakpat pada April 2025 mengungkap bahwa pilihan menu makan siang generasi muda masih didominasi oleh makanan cepat saji, mi, serta hidangan khas Padang.
Pola konsumsi makanan tinggi lemak tersebut menjadikan kesadaran untuk menjaga kadar kolesterol sejak usia muda semakin relevan. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, risiko kolesterol sudah mulai terlihat pada rentang usia 20–30 tahun dan terus meningkat ketika memasuki usia 40 tahun.
Tercatat, sebanyak 7,8 persen individu berusia 25–34 tahun memiliki kadar kolesterol tinggi, kemudian meningkat menjadi 11,1 persen pada kelompok usia 35–44 tahun.
Temuan ini menegaskan bahwa kolesterol tidak hanya identik dengan kelompok usia lanjut, tetapi juga menjadi risiko nyata bagi generasi muda yang aktif dan gemar mengeksplorasi beragam pilihan kuliner.
Menanggapi temuan tersebut, dr. Laurencia Ardi, Health Communicator Kalbe Nutritionals, menyampaikan bahwa peningkatan kolesterol kerap terjadi tanpa disadari.
Hal ini disampaikannya pada acara kumpul Parpol (Para Pemuda No Kolesterol) yang diselenggarakan Kalbe Nutritionals melalui Nutrive Beneco.
“Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala di awal. Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan pola konsumsi sejak dini. Mengombinasikan aktivitas fisik, pilihan makanan yang lebih seimbang, serta memerhatikan ritme makan bisa membantu mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan,” kata Laurencia di Jakarta.
Di balik gaya hidup yang aktif dan kondisi tubuh yang terasa prima, kolesterol tinggi dapat muncul tanpa gejala apa pun. Tidak heran jika kondisi ini sering dijuluki sebagai silent killer.
Peningkatan kadar kolesterol dapat dipicu oleh konsumsi lemak jenuh secara berlebihan, seperti dari makanan bersantan, gorengan, hingga berbagai jenis comfort food. Oleh sebab itu, menumbuhkan kesadaran sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan menekan risiko di masa mendatang.
“Penting bagi kita untuk lebih sadar dalam menjaga asupan harian, terutama makanan yang tinggi lemak jenuh, agar aktivitas dan hobi tetap berjalan lancar. Kebiasaan sederhana seperti menyeimbangkan pilihan makanan dan rutin memeriksa kondisi kesehatan dapat membantu tubuh tetap bugar, sehingga kita tetap bisa menikmati pengalaman kuliner yang seru tanpa rasa khawatir,” tambah dr. Laurencia Ardi.
Sebagai wujud dukungan terhadap penerapan gaya hidup yang lebih seimbang, Nutrive Benecol menghadirkan solusi praktis bagi generasi muda yang gemar mencoba berbagai pilihan kuliner dengan mengandung Plant Stanol Ester (PSE). Dengan mekanisme tersebut, penyerapan kolesterol ke dalam tubuh bisa dikurangi.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
