
Mengusung tema ‘Kerja Sama Pentahelix dalam Menunjang Hilirisasi Penelitian’, RKSA juga mendorong penelitian yang memanfaatkan Artificial Intelligence (AI). (ist)
JawaPos.com – Penelitian dengan menerapkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan memang bukan hal baru. Tapi, dengan adanya AI, inovasi penelitian terus berkembang dan bisa ditingkatkan sehingga bermanfaat untuk masyarakat.
Seperti yang terlihat dalam penelitian yang diumumkan Ristek Kalbe Science Awards (RKSA) 2025. Mengusung tema ‘Kerja Sama Pentahelix dalam Menunjang Hilirisasi Penelitian’, RKSA juga mendorong penelitian yang memanfaatkan Artificial Intelligence (AI).
Diungkapkan Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, pihaknya meyakini bahwa Indonesia memiliki banyak potensi inovasi sains dan teknologi. Untuk itu, RSKA merupakan wujud komitmen Kalbe untuk memperkuat riset nasional.
“Kalbe menjembatani sinergi antara industri dan peneliti sekaligus mempercepat hilirisasi. Tujuannya adalah agar penerapan riset memiliki hasil berupa produk dan jasa yang bermanfaat, baik secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat Indonesia,“ jelas Irawati dalam konferensi pers di Auditorium Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), langkah iini sejalan dengan ‘Diktisaintek Berdampak’. Upaya ini bertujuan mentransformasi sains dan teknologi sebagai penggerak utama perubahan sosial dan ekonomi bangsa yang bermanfaat secara langsung untuk masyarakat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Ada pun fokus bidang penelitian RKSA 2025 adalah Pharma & Biopharma, Allogeneic Cell Therapy, e-Health, Medical Devices, Diagnostics, Health, Food & Beverages, dan Natural Products. Tentunya mendorong penelitian yang memanfaatkan Artificial Intelligence (AI).
Dari 420 judul penelitian yang masuk, terpilih tiga penelitian. Yakni Achmad Himawan – Universitas Hasanuddin soal AI-assisted Diagnostics of Atopic Dermatitis: Combination of Photographic Recognition and Transdermal Biomarker Sampling To Replace Dated Clinical Scoring. Lalu, Aulia Arif Iskandar – Swiss German University soal Perangkat EKG Cerdas 5-Lead Portabel dengan AI untuk Skrining Kardiovaskular secara Real-time. Terakhir, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc. – Universitas Gadjah Mada, soal Hilirisasi Tablet Effervescent Kombucha Rosella sebagai Minuman Fungsional Antidiabetik dengan Integrasi Kalibrasi AI-NIR untuk Pengendalian Mutu Real-Time.
Hilirisasi Penelitian Hingga Dipasarkan
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Juri RKSA 2025, Prof. Dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK., mengungkapkan, proses penjurian RKSA dirancang secara holistik dengan melibatkan akademisi, pemerintah, dan industri. Bahkan akan dipantau proses penelitian para pemenang secara berkala.
Ini perlu dilakukan karena potensi kesuksesan inovasi dipengaruhi oleh pengaplikasiannya dan pemahaman perspektif regulasi. Semuanya dipertimbangkan secara matang, sehingga hasil penelitian siap dihilirisasi hingga dipasarkan.
Jimmy Susanto selaku Ketua Panitia RKSA 2025, menukaskna, demi mempercepat hilirisasi, RKSA menerapkan model kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media. Keterlibatan ini bertujuan untuk memastikan hasil riset dapat dibawa ke tahap komersialisasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sedangkan Irawati menegaskan, salah satu pilar keberlanjutan Kalbe adalah Sains dan Teknologi Kesehatan.
“Komitmen ini kami tuangkan dalam RKSA yang diselenggarakan sejak 2008. Secara konsisten, melalui RKSA, Kalbe mendukung perkembangan dunia penelitian, khususnya di bidang kesehatan dan berharap proses hilirisasi ini dapat menghasilkan produk serta jasa yang mampu menyehatkan bangsa Indonesia,” pungkas Irawati.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
