
Ilustrasi seseorang yang menahan buang air kecil. (Freepik)
JawaPos.com - Buang air kecil adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan sisa metabolisme dalam bentuk urine. Urine diproduksi oleh ginjal yang menyaring darah dan memisahkan zat-zat yang tidak dibutuhkan, seperti kelebihan garam, air, dan racun.
Cairan hasil penyaringan ini kemudian dialirkan ke kandung kemih untuk ditampung sebelum dikeluarkan. Saat kandung kemih terisi penuh, saraf mengirimkan sinyal ke otak yang memberikan instruksi untuk segera buang air kecil.
Namun, pada beberapa situasi tertentu seperti berkendara atau sedang meeting, seseorang bisa saja menahan untuk tidak langsung buang air kecil. Tindakan ini mungkin terlihat sepele, tetapi sebenarnya membawa dampak buruk bagi tubuh khususnya kandung kemih.
Fakta Terkait Kandung Kemih
Kandung kemih merupakan organ yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan urine sebelum dikeluarkan dari tubuh. Struktur ini sangat fleksibel dan mampu mengembang ketika terisi banyak urine, lalu kembali ke ukuran semula setelah kosong.
Dikutip dari HelloSehat, kapasitas kandung kemih orang dewasa rata-rata mencapai sekitar 450 ml. Sedangkan, pada anak-anak di bawah usia 2 tahun hanya sekitar 113 ml. Dapat disimpulkan jika kemampuan kandung kemih menampung urine akan meningkat seiring pertambahan usia.
Ahli urologi dari Piedmont bernama Nazia Bandukwala, D.O., menyarankan agar seseorang melakukan buang air kecil setiap tiga jam. Rutin melakukannya dianggap penting, terlepas dari ada tidaknya rasa ingin buang air kecil.
Risiko Berbahaya Akibat Kebiasaan Menahan Buang Air Kecil (BAK)
Sesekali menahan keinginan untuk BAK umumnya tidak menimbulkan masalah, tetapi jika kebiasaan ini dilakukan terlalu sering maka risikonya terhadap kesehatan akan meningkat. Dikutip dari Alodokter, terdapat beberapa risiko penyakit yang dapat muncul akibat sering menahan buang air kecil.
1. Batu Kandung Kemih
Sering menahan buang air kecil dapat menyebabkan proses pengosongan kandung kemih tidak berlangsung sempurna, sehingga masih ada urine yang tertinggal. Jika kondisi ini terus berulang, endapan urine tersebut dapat berkembang menjadi batu kandung kemih.
Batu kandung kemih dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti kesulitan dan rasa sakit saat BAK, nyeri di perut bagian bawah, serta munculnya darah pada urine.
2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Meskipun dampaknya tidak terjadi secara langsung, kebiasaan menahan buang air kecil dapat meningkatkan peluang terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi ini muncul ketika bakteri menyerang saluran kemih, yang terjadi akibat urine dibiarkan menumpuk terlalu lama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022