
Siti Ramlah (38), salah satu dari ratusan bahkan ribuan ibu tangguh dengan anak yang mengalami thalasemia.
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap bahwa setiap tahun, sekitar 3.000 bayi di Indonesia lahir dengan thalasemia, yaitu penyakit kelainan darah yang membuat penderitanya membutuhkan transfusi darah seumur hidup.
Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang berisiko tinggi thalasemia. Prevalensi thalasemia bawaan atau carrier di Indonesia adalah sekitar 3-8%. Jika persentase thalasemia mencapai 5%, dengan angka kelahiran 23 per 1.000 dari 240 juta penduduk, maka diperkirakan ada sekitar 3.000 bayi penderita thalasemia yang lahir di Indonesia setiap tahunnya.
Kondisi ini menjadikan ketersediaan darah sangat krusial, sehingga aksi donor darah terus didorong untuk memenuhi kebutuhan pasien. Dalam konteks itulah kegiatan donor darah kembali digelar, menegaskan bahwa partisipasi publik memiliki dampak langsung bagi keberlangsungan hidup para penyintas thalasemia.
“Kegiatan donor darah merupakan salah satu kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang J Trust Bank rutin jalankan setidaknya dua kali dalam setahun. Kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan untuk beraksi nyata dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, Jumat (28/11).
Ia juga menambahkan bahwa donor darah memberikan manfaat kesehatan bagi para pendonor yang sebagian besar adalah karyawan perusahaan.
Kegiatan donor darah bertajuk Care for Thalassemia Survivors ini digelar oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dengan dukungan penuh Unit Pengelola Darah RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Acara yang berlangsung di Gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta, diikuti kurang lebih 200 peserta dari kalangan karyawan maupun masyarakat umum.
Fokus tahun ini memang diarahkan untuk membantu penderita thalasemia. Data Kementerian Kesehatan menyebut Indonesia termasuk negara dengan risiko tinggi, dengan ribuan bayi thalasemia lahir setiap tahun dan seluruh penderitanya membutuhkan transfusi rutin serta pengobatan jangka panjang.
Corporate Secretary Division Head J Trust Bank, Hendy Deiny Wong, menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
“Kami terus membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan guna mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia,” ujarnya.
Hingga Oktober 2025, J Trust Bank sendiri telah melaksanakan 16 kegiatan CSR yang berfokus pada tiga pilar, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan melibatkan lebih dari 20 mitra kerja, mulai dari pemerintah, LSM, institusi pendidikan, hingga sektor swasta. Langkah ini sejalan dengan SDG ke-17 mengenai Partnership for the Goals.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022