Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 September 2026 | 20.46 WIB

TBC dan Stroke Telan Banyak Korban, 100 Juta Orang Ditarget Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin memberikan sambutan dalam peluncuran Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi di RSU Bunda Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat (27/07/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin memberikan sambutan dalam peluncuran Buku Ajar Bedah Robotik Ginekologi di RSU Bunda Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat (27/07/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sejumlah imbauan dan fokus pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dalam pemaparannya melalui Zoom Meeting dalam acara launching I-Chip Universitas Muhammadiyah Jakarta pada Selasa (15/9) kemarin, Budi menjelaskan bahwa pihaknya mengemban tiga tugas utama di bidang kesehatan yang perlu dijalankan untuk memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga upaya pencegahan penyakit.

Salah satu tugas tersebut adalah program pemeriksaan kesehatan gratis dengan sasaran seluruh populasi.

Budi menyampaikan, jumlah masyarakat yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 70 juta orang, sementara tahun ini targetnya meningkat menjadi 100 juta orang.

“Data hasil pemeriksaan tersebut akan masuk ke dalam sistem data digital Kementerian Kesehatan dan dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan kesehatan di masa mendatang. Target sasarannya adalah semua populasi,” ujar Budi.

Program kedua yang menjadi perhatian pemerintah adalah penanganan tuberkulosis (TBC). Budi menyebut Indonesia berada di posisi kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia.

Dalam satu tahun, sekitar satu juta orang terkena TBC dan sekitar 120 ribu orang meninggal akibat penyakit tersebut. Ia menjelaskan, kasus TBC terus meningkat karena penyakit tersebut bersifat menular. 

Karena itu, upaya pencegahan penularan melalui skrining menjadi salah satu langkah penting untuk menemukan kasus lebih awal.

Budi juga menyoroti masih rendahnya penemuan kasus TBC oleh Kemenkes. Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya terjadi karena masih banyak pasien yang tidak melakukan pengobatan. 

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore