
Muntah, salah satu gejala gastroenteritis. (Freepik)
JawaPos.com – Bayangkan suatu pagi kamu bangun dengan perut terasa melilit. Awalnya kamu mengira hanya maag atau telat makan. Namun beberapa menit kemudian, rasa mual datang hingga membuatmu harus berlari ke kamar mandi. Tidak lama setelah itu, tubuh mulai lemas, keringat dingin muncul, dan kamu mulai bolak-balik karena diare yang datang tiba-tiba.
Kondisi seperti ini sangat umum terjadi. Kebanyakan orang mengalaminya setelah makan di luar, kemungkinan besar akibat makan atau minum sesuatu yang tidak jelas kebersihannya, atau bisa juga terjadi begitu saja tanpa tahu penyebabnya sama sekali.
Dalam banyak kasus, penyebabnya adalah gastroenteritis, sebuah penyakit yang sering disebut sebagai “flu perut”. Akan tetapi meski namanya terdengar ringan, gastroenteritis bisa membuat seseorang tidak berdaya selama beberapa hari, terutama jika tidak ditangani dengan tepat.
Apa Itu Gastroenteritis?
Dilansir dari Alodokter, gastroenteritis adalah peradangan pada lambung dan usus yang menyebabkan diare, muntah, mual, dan gangguan pencernaan lainnya. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, atau keracunan makanan. Pada sebagian besar kasus, gastroenteritis disebabkan oleh virus.
Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa gastroenteritis virus biasanya muncul 1–3 hari setelah seseorang terpapar agen infeksi. Meski umumnya berlangsung singkat sekitar 1–2 hari, keluhan bisa bertahan lebih lama tergantung penyebabnya.
Better Health Channel menambahkan bahwa gastroenteritis sangat mudah menular, terutama norovirus yang dapat menyebar melalui makanan, minuman, permukaan benda, hingga percikan kecil muntahan yang hampir tidak terlihat oleh mata.
Penyebab Gastroenteritis
Alodokter menjelaskan bahwa pemicu paling umum gastroenteritis adalah infeksi virus, termasuk rotavirus, norovirus, adenovirus, dan astrovirus. Virus ini dapat menular melalui berbagai cara, diantaranya seperti:
Selain virus, gastroenteritis juga dapat disebabkan oleh bakteri seperti Campylobacter, parasit seperti Entamoeba histolytica dan Cryptosporidium, efek samping obat tertentu termasuk antibiotik dan obat kemoterapi, serta paparan logam berat seperti timbal, arsen, atau merkuri yang mencemari air.
Gejala gastroenteritis akibat virus sering kali terlihat mirip dengan diare yang disebabkan oleh bakteri maupun parasit. Karena itu, kondisi ini mudah tertukar dengan infeksi yang dipicu oleh bakteri seperti Clostridioides difficile, Salmonella, dan Escherichia coli, atau oleh parasit seperti Giardia. Kemiripan gejala ini membuat penentuan penyebab yang tepat menjadi penting, terutama bila gejala berlangsung lebih lama dari biasanya.
Gejala Gastroenteritis
Setiap orang yang mengalami gastroenteritis biasanya merasakan perubahan mendadak pada tubuhnya. Gejalanya sering dimulai dengan rasa tidak nyaman di perut, lalu berkembang menjadi diare atau muntah yang membuat tubuh cepat lemas. Meski sering disamakan dengan flu, penyakit ini sejatinya menyerang saluran cerna, bukan sistem pernapasan. Karena itu, keluhan yang muncul terutama berkaitan dengan pencernaan, seperti kram atau mual.
Berdasarkan informasi dari Alodokter, Mayo Clinic, dan Better Health Channel, pada infeksi yang disebabkan oleh virus, keluhan biasanya mulai terasa 1–3 hari setelah paparan, dan bisa berlangsung 1–2 hari, namun sebagian kasus dapat bertahan hingga dua minggu. Keluhan yang sering muncul:
Keluhan ini biasanya ringan, tetapi bayi, anak kecil, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah lebih berisiko mengalami dehidrasi dan kondisi yang lebih berat.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
