
Ilustrasi Penderita Alopecia Areata. (Freepik)
JawaPos.com – Bayangkan ketika di pagi hari kamu sedang menyisir rambut, lama kelamaan malah timbul rontok dan jumlahnya semakin banyak. Lalu kamu berpikir mungkin hanya rontok biasa akibat sampo yang tidak cocok atau menyisir terlalu keras. Namun, siapa sangka hari-hari selanjutnya malah bertambah parah bahkan menuju kebotakan.
Situasi tersebut wajib dikhawatirkan karena bisa jadi merupakan Alopecia Areata, salah satu tanda penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut hingga menyebabkan kebotakan berbentuk pitak. Dilansir dari Cleveland Clinic, "Alopecia" adalah istilah medis untuk kerontokan rambut atau kebotakan, sedang "areata" berarti kerontokan rambut terjadi di area kecil dan acak.
Primaya Hospital menyebutkan kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja baik pria maupun wanita, anak-anak hingga dewasa. Penyakit ini juga tidak termasuk penyakit langka. Namun, kerontokan yang terjadi dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan bahkan kesehatan mental penderitanya.
Karena itu, diperlukan pemahaman mengenai penyakit ini agar dapat mengatasinya dengan tepat. Akan tetapi sebelum itu berdasarkan tingkat keparahannya, alopecia areata terbagi menjadi tiga bentuk utama:
Dalam semua jenis alopecia areata, folikel rambut tetap hidup dan dapat memproduksi lagi rambut secara normal. Alodokter menyebutkan meskipun penyebab pasti penyakit ini belum sepenuhnya dipahami, para ahli menemukan bahwa ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.
Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa atau memiliki penyakit autoimun cenderung lebih rentan mengalaminya. Hal ini menunjukkan adanya kaitan genetik dalam sistem kekebalan tubuh yang membuat folikel rambut lebih mudah diserang.
Selain itu dari faktor keturunan, kondisi genetik seperti down syndrome juga dikaitkan dengan meningkatnya kemungkinan munculnya alopecia areata. Beberapa gangguan kesehatan tertentu pun diketahui berperan, misalnya kekurangan vitamin D, asma, dermatitis atopik, lupus, vitiligo, serta gangguan pada kelenjar tiroid seperti penyakit Hashimoto dan Graves.
Beragam faktor tersebut membuat sistem imun tubuh menjadi lebih sensitif dan berpotensi menyerang jaringan sendiri termasuk folikel rambut yang akhirnya memicu kerontokan khas pada alopecia areata yaitu pitak.
Gejala Alopecia Areata
Alopecia areata umumnya ditandai oleh kerontokan rambut dalam pola khas dan perubahan pada kulit kepala atau kuku. Berikut gejala yang paling sering muncul:
1. Rambut rontok berbentuk bulat atau oval
Kebotakan biasanya muncul tiba-tiba di area tertentu, dengan bentuk menyerupai lingkaran kecil. Paling sering terjadi di kulit kepala, tetapi bisa juga di jenggot, alis, bulu mata, atau bagian tubuh lain.
2. Kulit kepala tampak halus di area yang botak
Rambut di sekitar area tersebut bisa tampak menipis atau mudah rontok saat disentuh. Namun, kulit kepala tetap terasa halus tanpa ada luka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022