
Ilustrasi silent walking
JawaPos.com - Banyak orang menganggap jalan kaki hanyalah aktivitas ringan tanpa efek besar bagi tubuh. Namun, penelitian menunjukkan bahwa berjalan, bahkan dalam durasi singkat, dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Salah satu topik yang kini menarik perhatian adalah jalan kaki setelah makan. Apakah benar aktivitas sederhana ini bisa membantu pencernaan dan menyehatkan jantung, atau justru berisiko menimbulkan gangguan perut?
Jalan kaki dikenal sebagai olahraga berdampak rendah yang cocok untuk hampir semua kalangan. Berjalan setelah makan ternyata dapat memberikan efek positif bagi tubuh, terutama bagi sistem pencernaan dan metabolisme.
Dilansir melalui Medical News Today, terdapat sebuah studi tahun 2020 yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik sedang, termasuk berjalan kaki, dapat mengurangi gejala perut kembung dan gas hingga 50% pada penderita sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome). Gerakan tubuh saat berjalan membantu merangsang sistem pencernaan dan mempercepat proses pengosongan lambung, meskipun hasil penelitian ini masih terbatas pada populasi tertentu.
Penelitian lain di Jerman menemukan bahwa berjalan setelah makan mempercepat proses perpindahan makanan dari lambung ke usus kecil, meskipun tidak selalu berdampak langsung pada pengurangan gejala pencernaan. Artinya, meski hasilnya berbeda-beda, sebagian besar temuan menunjukkan bahwa berjalan setelah makan dapat membantu tubuh bekerja lebih efisien dalam mencerna makanan.
Membantu Mengontrol Gula Darah dan Kesehatan Jantung
Salah satu manfaat paling signifikan dari berjalan setelah makan adalah pengaruhnya terhadap kadar gula darah. Setelah makan, kadar glukosa dalam darah akan meningkat, terutama jika makanan mengandung karbohidrat. Tubuh kemudian melepaskan insulin untuk menyeimbangkan kadar gula tersebut.
Penelitian pada tahun 2018 menunjukkan bahwa berjalan kaki setelah makan lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah dibandingkan berjalan sebelum makan. Aktivitas ini membantu tubuh menggunakan glukosa dengan lebih baik, mengurangi risiko resistensi insulin, dan mendukung metabolisme yang sehat.
Selain membantu mengendalikan gula darah, berjalan secara rutin juga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aktivitas fisik sedang selama 30 menit, lima kali seminggu, dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat (LDL). Dengan kata lain, tiga kali jalan kaki selama 10 menit setelah sarapan, makan siang, dan makan malam bisa memberi efek yang sama dengan satu sesi latihan 30 menit.
Meningkatkan Kesehatan Mental dan Kualitas Tidur
Selain manfaat fisik, berjalan juga memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Aktivitas ini menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sekaligus merangsang pelepasan endorfin yang meningkatkan suasana hati dan memberikan rasa tenang.
Meski belum ada bukti langsung bahwa berjalan setelah makan secara spesifik meningkatkan kesehatan mental, aktivitas ini dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi stres setelah seharian beraktivitas.
Selain itu, berjalan juga dapat memperbaiki kualitas tidur. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan hingga sedang dapat membantu mengatasi insomnia. Berjalan santai setelah makan malam membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan fase tidur dalam (deep sleep). Namun, aktivitas berat justru bisa menstimulasi tubuh secara berlebihan dan mengganggu waktu tidur.
Potensi Risiko dan Cara Menentukan Waktu yang Tepat
Meski aman bagi kebanyakan orang, berjalan segera setelah makan bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi sebagian individu. Beberapa orang mungkin mengalami sakit perut, mual, atau perut terasa penuh karena makanan dalam lambung belum tercerna sepenuhnya.
Untuk mencegah hal ini, penting untuk memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. Setelah makan besar, sebaiknya tunggu 20–30 menit sebelum berjalan agar pencernaan memiliki waktu untuk bekerja. Jika hanya mengonsumsi camilan ringan, berjalan segera setelahnya umumnya tidak menimbulkan masalah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022