
Dr. dr. Vito Anggarino Damay, Sp.Jp (K). (Dok. Pribadi)
JawaPos.com - Tidak semua serangan jantung diawali dengan nyeri dada yang hebat. Menurut Dr. dr. Vito Anggarino Damay, Sp.Jp (K), banyak pasien tidak menyadari tanda-tanda awal sumbatan jantung karena gejalanya sering kali ringan dan dianggap sepele.
Dr. Vito mengatakan, banyak orang merasa sehat sebelum tiba-tiba terkena serangan jantung. “Mereka sering berpikir tidak punya gejala apa pun, padahal tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal peringatan,” ujarnya di kanal Youtube DRV Channel.
Dalam penjelasan itu, Dr. Vito menyebut ada lima gejala sumbatan arteri koroner (pembuluh darah jantung) yang sering diabaikan.
Pertama, pegal di dada. Sering kali ini diabaikan karena dikira sakit otot biasa. Padahal bila pegal di dada selalu dirasakan saat aktivitas dan reda saat istirahat, ini mungkin adalah gejala sumbatan arteri koroner pada jantung.
sakit kepala mendadak tanpa pemicu yang jelas atau tanpa aktivitas berat. Menurutnya, sakit kepala seperti ini bisa menjadi tanda awal adanya gangguan aliran darah di jantung, terutama bila terjadi saat seseorang sedang marah atau stres.
Gejala kedua adalah nyeri pada tangan kiri yang menjalar ke punggung atau dada. Kondisi ini sering muncul ketika seseorang beraktivitas berat atau sedang emosional.
“Kalau nyeri seperti ini muncul, apalagi disertai faktor risiko seperti obesitas (kelebihan berat badan), kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi, sebaiknya segera melakukan check up jantung minimal EKG dan stress test,” ujar Dr. Vito.
Gejala ketiga yang sering disalahartikan adalah rasa tidak nyaman di perut bagian atas, yang kerap dianggap sebagai GERD (gastroesophageal reflux disease/penyakit asam lambung).
Padahal, sensasi panas atau perih di dada bagian bawah bisa jadi bukan dari lambung, melainkan dari sumbatan pembuluh darah jantung bagian bawah.
Dalam satu kasus, Dr. Vito menemukan pasien yang mengira dirinya hanya sakit maag, padahal memiliki sumbatan jantung hingga 100 persen.
Selanjutnya, mudah lelah (fatigue) juga bisa menjadi tanda adanya masalah jantung. Banyak orang tua menganggap cepat lelah adalah hal wajar karena usia.
Padahal, kata Dr. Vito, orang tua yang menjaga pola hidup sehat seharusnya tetap bertenaga. “Kalau cepat lelah atau napas pendek tanpa sebab jelas, bisa jadi itu tanda awal sumbatan,” katanya.
Gejala kelima adalah nyeri di punggung atau dada bagian belakang. Pada sebagian kasus, sumbatan di pembuluh darah jantung bagian belakang menyebabkan rasa nyeri yang menjalar ke belakang tubuh.
Dalam salah satu contohnya, Dr. Vito menemukan pasien berusia muda yang memiliki sumbatan hingga 90 persen di bagian belakang jantung, meski tampak sehat dan rutin berolahraga.
Dr. Vito menegaskan pentingnya deteksi dini (screening) seperti EKG (elektrokardiogram, pemeriksaan aktivitas listrik jantung) dan tes darah untuk deteksi faktor risiko. Sedangkan tes enzim jantung (troponin-protein penanda kerusakan otot jantung) dibutuhkan saat ada kecurigaan serangan jantung.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
