
Ilustrasi obat-obatan.
JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan pentingnya pengembangan obat berbahan alam yang memenuhi standar global.
Pesan ini disampaikan saat kunjungan delegasi WHO dan BPOM ke Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) untuk melihat langsung bagaimana riset farmasi berbasis kekayaan hayati Indonesia diterapkan dalam pengembangan Obat Modern Alami Integratif (OMAI).
WHO-IRCH Secretariat, Dr. Pradeep Kumar Dua, menyebutkan bahwa salah satu tujuan utama WHO Global Traditional Medicine Strategy 2025–2034 adalah penguatan regulasi dan standar keamanan terkait obat berbahan alam.
“Salah satu dari 4 tujuan utama dalam strategi ini berfokus pada regulasi. Regulasi ini tidak hanya membahas mengenai produk, melainkan juga mengatur masalah praktik dan praktisi pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif,” ujarnya, Jumat (17/10).
Dr. Pradeep Kumar Dua menekankan kembali bahwa pengembangan fitofarmaka yang dilakukan mesti mencerminkan standar global WHO dalam obat berbasis biodiversitas.
“Saya melihat bahwa Dexa melakukan integrasi dan inovasi dalam pengembangan produk yang terkait dengan keanekaragaman hayati yaitu fitofarmaka,” katanya.
“Ini adalah sebuah inisiatif di mana regulator dan pelaku industri berkolaborasi. Kami berharap kolaborasi lintas sektor antara berbagai bidang dan pemerintah di negara-negara anggota dapat semakin ditingkatkan,” ungkap Dr. Pradeep.
Senada, IRCH Chair, Sungchol Kim, menambahkan pentingnya membangun basis bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung keamanan dan efektivitas pengobatan tradisional.
Ia mengajak seluruh peserta pertemuan untuk aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman di bidang obat bahan alam agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.
Selama kunjungan, para delegasi meninjau fasilitas laboratorium bioteknologi, pusat ekstraksi bahan alam, serta area pengembangan OMAI. Mereka juga berdialog dengan tim riset DLBS terkait proses pengembangan produk.
Sementara itu, Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Dian Putri Anggraweni, menilai inovasi DLBS menjadi contoh nyata bahwa obat bahan alam Indonesia bisa berkelas global.
“Dexa Medica adalah salah satu industri farmasi terbaik di Indonesia. Perusahaan ini telah melakukan banyak inovasi dalam pengembangan obat herbal. Kita bisa berbagi best practice tentang bagaimana Dexa Medica mengembangkan obat herbal menjadi produk berkelas global,” ujarnya.
Director of Business Development and Scientific Affairs PT Dexa Medica, Prof. Raymond Tjandrawinata, menjelaskan bahwa sejak tahun 2005, DLBS konsisten meneliti dan mengembangkan obat dari bahan alam.
“Banyak dokter spesialis saraf dan jantung juga telah meresepkan produk kami, karena sebagian besar fitofarmaka di sini diresepkan oleh dokter. Tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga diekspor ke beberapa negara ASEAN dan beberapa negara lainnya,” papar Prof. Raymond.
DLBS telah mengintegrasikan teknologi 4.0 dalam setiap tahapan risetnya, mulai dari penemuan bahan aktif menggunakan sistem Tandem Chemistry Bioassay System (T-CEBS) hingga pengawasan kualitas produk.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
