
Polusi udara menyelimuti langit jakarta terlihat dari kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Standar kualitas udara ambien tahunan Indonesia untuk nitrogen oksida (NOx) disebut lima kali lebih longgar dari pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi ini membuat masyarakat berpotensi terpapar konsentrasi polutan yang dinilai tidak aman berdasarkan standar kesehatan global.
Temuan tersebut disampaikan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) melalui studi Mapping the invisible: a satellite reveal of Indonesia's NOx hotspots.
Studi itu memetakan 29 titik panas (hotspot) NOx di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari kawasan metropolitan hingga pusat industri, pertambangan, dan hilirisasi nikel.
Selain persoalan standar, CREA menemukan sejumlah hotspot emisi berada di luar jangkauan stasiun pemantauan resmi.
Akibatnya, paparan polusi di sejumlah wilayah berpotensi tidak terdeteksi dalam sistem pemantauan kualitas udara yang tersedia bagi publik.
Emisi NOx di Indonesia sendiri disebut meningkat lebih dari 50 persen sejak 2010 atau 16 tahun terakhir.
Sumbernya tidak hanya berasal dari sektor transportasi, tetapi juga pembangkit listrik berbasis batu bara dan gas, kawasan industri, pertambangan, serta kompleks hilirisasi nikel di Sulawesi dan Maluku Utara.
“Pencemaran NOx di Indonesia merupakan isu multisektoral. Di samping sektor transportasi yang berkontribusi sebagai sumber bergerak (mobile sources), studi ini memetakan sumber-sumber emisi stasioner (stationary sources) —seperti pembangkit listrik berbasis batu bara (PLTU) dan gas (PLTG), kawasan industri di Jawa, hingga kompleks hilirisasi nikel di Sulawesi dan Maluku Utara,” ujar Katherine Hasan, Analis CREA dalam keterangannya, Kamis (13/8).
CREA sendiri mendesak pemerintah memperkuat transparansi dan pemantauan kualitas udara dengan mengintegrasikan data satelit, laporan emisi, serta pengukuran cerobong industri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022