
Ilustrasi gula, madu, dan stevia (freepik/ jcomp)
JawaPos.com - Rasa manis menjadi bagian yang tak terpisahkan dari berbagai makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.
Namun, di balik kenikmatan itu, banyak yang mulai mempertanyakan, seberapa aman sebenarnya pemanis yang kita konsumsi setiap hari?
Gula, madu, dan stevia kini menjadi bahan perbincangan karena ketiganya sama-sama digunakan untuk menambah cita rasa manis, tetapi memiliki karakter yang berbeda.
Di satu sisi, ada yang percaya gula adalah sumber masalah kesehatan, sementara di sisi lain, madu dan stevia dipuji sebagai pilihan yang lebih baik.
Meski begitu, sebelum menilai mana yang terbaik, penting untuk memahami lebih dulu bagaimana karakter ketiganya.
Dilansir dari laman RBC Ukraine pada Jumat (10/10), gula merupakan musuh utama bagi kesehatan, terutama berat badan dan gigi, menurut ahli.
Hal ini terjadi karena tubuh dengan mudah mengubah kelebihan gula menjadi lemak yang disimpan di dalam tubuh. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.
Karena alasan inilah, membatasi gula dalam pola makan bukan hanya sekadar mengikuti tren hidup sehat, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Apakah mengganti gula dengan bahan lain seperti madu bisa menjadi solusi yang lebih baik?
Banyak orang menganggap madu sebagai pengganti gula yang lebih sehat dan alami. Padahal, menurut ahli gizi, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Dari sisi kandungan kimia, madu memiliki struktur yang hampir sama dengan gula biasa, yakni terdiri dari glukosa dan fruktosa.
Walaupun madu mengandung sedikit vitamin dan mineral, manfaat tersebut tidak cukup besar untuk menutupi kandungan gulanya yang tinggi.
Dengan kata lain, mengganti gula dengan madu tidak memberikan perbedaan besar terhadap jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.
Inilah mengapa para ahli menekankan agar masyarakat tetap berhati-hati, karena kelebihan madu juga bisa berdampak negatif seperti halnya gula.
Selain madu, banyak orang kini beralih ke pemanis buatan karena dianggap lebih aman dan rendah kalori. Sayangnya, penelitian terbaru justru menemukan bahwa pemanis buatan tidak sepenuhnya baik untuk tubuh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022