Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 13.16 WIB

Dari Lahan Kering Sumba Timur hingga Jadi Gula, Menelusuri Perjalanan Manisnya Sumba

Sejumlah pimpinan redaksi media nasional saat mengunjungi pabrik gula Muria Sumba Manis di Sumba Timur, Kamis (3/9). (Istimewa)

JawaPos.com - Perjalanan gula kristal putih Sumba Manis yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari dimulai dari proses panjang di tengah lahan kering Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Dari pembukaan dan persiapan lahan, penanaman bibit tebu, perawatan tanaman, panen, hingga pengolahan di pabrik, setiap tahapan menjadi bagian dari perjalanan menghasilkan gula.

Rangkaian proses tersebut dilihat langsung oleh 10 pemimpin redaksi media nasional dalam kunjungan ke kawasan perkebunan dan pabrik gula PT Muria Sumba Manis (MSM) di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Sumba Timur, dalam rangkaian "Trip Manisnya Sumba".

Kunjungan tersebut memberikan gambaran bagaimana sebuah industri agribisnis dikembangkan di wilayah yang memiliki karakter alam berbeda dengan sentra perkebunan tebu lainnya di Indonesia.

Managing Director PT Muria Sumba Manis, Budi Hediyana, mengatakan kondisi alam Sumba justru menjadi salah satu potensi yang ingin dikembangkan perusahaan untuk menghasilkan tebu berkualitas.

"Kondisi alam yakni potensi sinar matahari dan infrastruktur yang terus dilakukan di Pulau Sumba diharapkan bisa mempercepat investasi sehingga akan dapat menghasilkan tebu yang lebih manis dari daerah lain dan ini akan menjadi tebu terbaik nasional, serta membantu swasembada gula nasional," kata Budi Hediyana.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat menerima kunjungan sejumlah pemimpin redaksi media nasional dalam kegiatan "Trip Manisnya Sumba" di kawasan industri agribisnis perkebunan dan pengolahan tebu MSM.

Dari Lahan Kering Menjadi Perkebunan Tebu

Bagi MSM, perjalanan produksi gula tidak dimulai dari dalam pabrik. Prosesnya dimulai jauh sebelumnya, yakni ketika lahan disiapkan untuk menjadi area perkebunan.

Sumba Timur dikenal memiliki karakter wilayah semi-arid dengan musim kemarau yang panjang. Sebagian kawasan juga memiliki tanah berkapur dan berbatu dengan lapisan tanah subur yang relatif dangkal.

Kondisi tersebut membuat pengembangan perkebunan tebu bukan pekerjaan sederhana. Teknologi dan pengelolaan lahan menjadi bagian penting agar kawasan yang sebelumnya merupakan lahan kering dapat dimanfaatkan menjadi perkebunan produktif.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore