Sejumlah pimpinan redaksi media nasional saat mengunjungi pabrik gula Muria Sumba Manis di Sumba Timur, Kamis (3/9). (Istimewa)
JawaPos.com - Perjalanan gula kristal putih Sumba Manis yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari dimulai dari proses panjang di tengah lahan kering Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Dari pembukaan dan persiapan lahan, penanaman bibit tebu, perawatan tanaman, panen, hingga pengolahan di pabrik, setiap tahapan menjadi bagian dari perjalanan menghasilkan gula.
Rangkaian proses tersebut dilihat langsung oleh 10 pemimpin redaksi media nasional dalam kunjungan ke kawasan perkebunan dan pabrik gula PT Muria Sumba Manis (MSM) di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Sumba Timur, dalam rangkaian "Trip Manisnya Sumba".
Kunjungan tersebut memberikan gambaran bagaimana sebuah industri agribisnis dikembangkan di wilayah yang memiliki karakter alam berbeda dengan sentra perkebunan tebu lainnya di Indonesia.
Managing Director PT Muria Sumba Manis, Budi Hediyana, mengatakan kondisi alam Sumba justru menjadi salah satu potensi yang ingin dikembangkan perusahaan untuk menghasilkan tebu berkualitas.
"Kondisi alam yakni potensi sinar matahari dan infrastruktur yang terus dilakukan di Pulau Sumba diharapkan bisa mempercepat investasi sehingga akan dapat menghasilkan tebu yang lebih manis dari daerah lain dan ini akan menjadi tebu terbaik nasional, serta membantu swasembada gula nasional," kata Budi Hediyana.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi saat menerima kunjungan sejumlah pemimpin redaksi media nasional dalam kegiatan "Trip Manisnya Sumba" di kawasan industri agribisnis perkebunan dan pengolahan tebu MSM.
Bagi MSM, perjalanan produksi gula tidak dimulai dari dalam pabrik. Prosesnya dimulai jauh sebelumnya, yakni ketika lahan disiapkan untuk menjadi area perkebunan.
Sumba Timur dikenal memiliki karakter wilayah semi-arid dengan musim kemarau yang panjang. Sebagian kawasan juga memiliki tanah berkapur dan berbatu dengan lapisan tanah subur yang relatif dangkal.
Kondisi tersebut membuat pengembangan perkebunan tebu bukan pekerjaan sederhana. Teknologi dan pengelolaan lahan menjadi bagian penting agar kawasan yang sebelumnya merupakan lahan kering dapat dimanfaatkan menjadi perkebunan produktif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022