
Ilustrasi seorang pria yang mengalami gejala ADHD yaitu sulit fokus. (Freepik)
JawaPos.com - ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian, perilaku impulsif, serta tingkat aktivitas fisik yang berlebihan. Kondisi ini dapat mempengaruhi prestasi belajar dan mengganggu hubungan sosial penderitanya.
ADHD bukan sekadar masalah kurang fokus, melainkan gangguan yang memengaruhi cara otak mengatur perhatian dan perilaku. Kondisi ini biasanya dipicu oleh perpaduan faktor keturunan dan gangguan pada fungsi otak, yang berperan dalam mengatur fokus, perilaku, serta kemampuan mengendalikan dorongan impulsif.
Kondisi ini biasanya mulai terlihat sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga dewasa. Gejala ADHD sering kali dianggap hanya sebagai tanda anak yang aktif atau susah diatur, sehingga kondisi ini kerap terlambat dikenali maupun ditangani dengan tepat.
Penyebab ADHD
Hingga kini, para ahli belum dapat memastikan penyebab ADHD secara pasti. Namun, gangguan mental ini diyakini berkaitan dengan ketidakseimbangan neurotransmitter atau senyawa kimia di otak.
Dikutip dari Halodoc, faktor penyebab seperti genetik menjadi satu-satunya penyebab utama terjadinya ADHD. Selain itu, kondisi ini cenderung menurun dalam keluarga. Pada banyak situasi, para ahli meyakini bahwa faktor genetik dari salah satu atau kedua orang tua berperan besar dalam munculnya gangguan ini.
Faktor penyebab berikutnya adalah perbedaan struktur otak. Penelitian dengan pemindaian otak, menemukan adanya perbedaan struktur dan fungsi otak pada penderita ADHD dibandingkan dengan orang tanpa kondisi tersebut.
Beberapa area otak terlihat lebih kecil atau justru lebih besar, serta diduga terjadi ketidakseimbangan kadar neurotransmitter. Selain itu, ada kemungkinan bahwa bahan kimia otak tersebut tidak bekerja secara optimal.
Selain itu, faktor penyebab yang terakhir adalah paparan zat kimia selama masa kehamilan. Para ahli menduga adanya kaitan antara ADHD dengan paparan bahan kimia beracun, seperti timbal dan pestisida tertentu.
Penelitian menunjukkan bahwa paparan bahan kimia seperti timbal dapat memengaruhi kemampuan belajar anak. Sementara itu, pestisida yang umumnya digunakan dalam pertanian juga diduga berhubungan dengan gangguan saraf anak.
Gejala ADHD Pada Penderitanya
ADHD ditandai dengan gangguan dalam memfokuskan perhatian, disertai perilaku hiperaktif serta cenderung impulsif. Dikutip dari Alodokter, anak yang mengalami ADHD biasanya menunjukan 2 tipe gejala.
Tipe yang pertama adalah gejala sulit fokus, seperti kurang fokus dalam mengerjakan sesuatu, perhatiannya mudah teralihkan, kurang memperhatikan saat diberi penjelasan, ceroboh dan tidak memperhatikan detail-detail kecil.
Gejala ADHD pada anak yang kedua lebih mengarah pada tindakan hiperaktif dan impulsif. Biasanya gejala yang terlihat yaitu sulit duduk dengan tenang, kebiasaan menggerakkan tangan atau kaki ketika duduk, banyak berbicara, terkadang memotong pembicaraan orang lain dan sering mengganggu aktivitas orang lain.
ADHD bisa juga terjadi pada orang dewasa dan gejalanya tidak jauh berbeda dari yang terjadi pada anak-anak. Umumnya, gejala yang terlihat adalah melakukan suatu tindakan tanpa pikir panjang, sulit mengatur waktu, sering terlambat, sulit menentukan prioritas, mudah terdistraksi dan sering menunda-nunda pekerjaan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
