
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) membuat anak-anak kesulitan memusatkan perhatian pada sesuatu di satu waktu.
JawaPos.com - Mendidik anak dengan Gangguan Defisit Perhatian/Hiperaktivitas (ADHD) kerap kali menguras energi emosional orang tua hingga berada di titik jenuh.
Perilaku anak yang terkesan kurang peka, suka menunda tugas penting, hingga memicu pertengkaran harian sebenarnya bukanlah bentuk kesengajaan, melainkan dampak dari keterbatasan fungsi eksekutif otak mereka.
Sains modern membuktikan bahwa anak-anak ADHD memiliki mekanisme pengolahan informasi dan emosi yang berbeda dari anak pada umumnya. Memahami keterbatasan fungsi sistem saraf ini menjadi langkah pertama untuk menghentikan konflik berulang di rumah.
Seperti dikutip dari Your Tango, perilaku anak ADHD ibarat gunung es di laut, di mana tindakan kasatmata yang terlihat membangkang sebenarnya didorong oleh hambatan fungsi eksekutif yang tak kasat mata di bawah permukaan.
Berikut lima pendekatan pola asuh berbasis empati untuk membantu Anda mengelola tanggung jawab mengasuh anak ADHD dengan lebih tenang.
1. Terapkan Prinsip 'Mereka Akan Melakukannya Jika Mampu'
Sering kali orang tua menganggap kelalaian anak ADHD sebagai bentuk kemalasan atau perlawanan sengit terhadap otoritas. Padahal, literatur perilaku dan ilmu saraf menegaskan bahwa hambatan utama mereka terletak pada lemahnya fungsi eksekutif otak yang mengatur ingatan, perencanaan, dan kontrol diri.
Ketika fungsi saraf ini belum berkembang optimal, omelan atau dorongan agar anak "berusaha lebih keras" sama sekali tidak akan membuahkan hasil.
Sebagian besar anak secara naluriah ingin berprestasi dan membanggakan orang tuanya, namun mereka terjebak pada ketidakmampuan otaknya sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022