Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 16.12 WIB

Semua Perempuan Wajib Baca! Inilah Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) Beserta Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Ilustrasi. (freepik) - Image

Ilustrasi. (freepik)

JawaPos.com - Setiap organ dalam tubuh memiliki fungsi penting yang saling berkaitan. Jika ada satu organ yang tidak bekerja dengan baik, hal tersebut bisa menimbulkan gangguan atau bahkan komplikasi pada organ lainnya.

Perubahan hormon, peradangan, atau penyakit tertentu juga dapat memengaruhi kesehatan organ tubuh secara keseluruhan. Karena itu, menjaga kesehatan organ sangatlah penting.

Baik laki-laki maupun perempuan memiliki organ reproduksi yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama bisa mengalami masalah ketika terjadi gangguan hormon.

Bagi perempuan, salah satu kondisi yang cukup sering terjadi adalah sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS).

Apa itu PCOS?

Dilansir dari Halodoc, PCOS adalah sebuah penyakit ketika ovum atau sel telur tidak berkembang dengan normal yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.

Ketika seseorang mengalami PCOS, ovarium mereka menghasilkan hormon androgen yang berlebihan. Padahal androgen adalah hormon seks pria dan hanya dapat ditemukan pada perempuan dalam jumlah kecil.

Hormon androgen yang berlebih ini dapat menyebabkan ovarium memproduksi banyak kantong berisi cairan atau kista.

Karena itu, pada akhirnya sel-sel telur tidak dapat berkembang dengan baik hingga gagal untuk dilepaskan secara teratur. Akibatnya, hal ini akan membuat para perempuan sulit untuk hamil karena menstruasi yang tidak teratur..

Dilansir dari Cleveland Clinic, para perempuan dapat mengalami PCOS kapan saja setelah melewati masa puber mereka. Kebanyakan kasus ditemukan pada perempuan usia 20 hingga 30an, atau diketahui ketika mencoba hamil.

Para perempuan dengan obesitas atau memiliki anggota keluarga dengan permasalahan yang sama dapat memiliki resiko tinggi mengidap kondisi ini pula.

Gejala dan ciri-ciri

Dilansir dari Alodokter, PCOS sebenarnya dapat terjadi sejak haid pertama seorang perempuan. Tapi baru didiagnosa ketika mereka berkonsultasi ke dokter pada usia dewasa.

Walaupun begitu, ada beberapa gejala yang dapat kita perhatikan sebelum bertemu dengan dokter spesialis.

1. Menstruasi tidak teratur

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore